
SIDOARJO, — Upaya memasukkan narkotika ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya kembali berhasil digagalkan petugas. Kali ini, barang kristal putih yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu ditemukan tersembunyi secara rapi di dalam jahitan tas seorang pengunjung perempuan, Senin (14/9/2026).
Penggagalan tersebut menjadi bukti bahwa celah sekecil apa pun dalam sistem pengamanan terus diantisipasi. Petugas tidak hanya mengandalkan pemeriksaan secara kasatmata, tetapi juga melakukan penggeledahan secara teliti terhadap badan maupun barang bawaan setiap pengunjung.
TERBONGKAR DI PINTU UTAMA
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.40 WIB di area P2U (Pengamanan Pintu Utama) Rutan Kelas I Surabaya, ketika petugas melaksanakan pemeriksaan terhadap pengunjung yang hendak memasuki area layanan kunjungan.
Kecurigaan petugas mengarah kepada seorang pengunjung perempuan berinisial SWS. Gerak-gerik yang dianggap mencurigakan membuat petugas meningkatkan pemeriksaan dan melakukan penggeledahan secara lebih menyeluruh.
Hasilnya mengejutkan.

Petugas menemukan dua pocket berisi kristal putih yang diduga merupakan narkotika jenis sabu. Barang tersebut dibungkus menggunakan plastik dan dilapisi lakban hitam.
Yang membuat modus tersebut semakin serius, barang diduga narkotika itu disembunyikan di bagian tas yang sebelumnya telah dibongkar jahitannya, kemudian dijahit kembali sedemikian rupa agar tampak seperti bagian normal dari tas.
Modus tersebut diduga dirancang untuk mengelabui pemeriksaan dan membawa barang terlarang masuk ke dalam lingkungan Rutan.
Namun, ketelitian petugas akhirnya membongkar upaya tersebut sebelum barang diduga narkotika itu masuk lebih jauh ke area Rutan.
KARUTAN APRESIASI KETELITIAN PETUGAS
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, memberikan apresiasi kepada jajaran pengamanan, khususnya petugas pemeriksaan layanan kunjungan, yang dinilai mampu menjalankan tugas secara cermat dan profesional.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pengamanan, terutama petugas pemeriksa kunjungan yang telah menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang yang diduga narkotika untuk kesekian kalinya. Penggagalan ini sekali lagi mempertegas komitmen Rutan Kelas I Surabaya untuk bersih dari peredaran gelap narkoba.”
Tristiantoro menegaskan bahwa kewaspadaan dan ketelitian personel merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah masuknya barang terlarang ke dalam Rutan.
“Kunci utama pengamanan terletak pada kewaspadaan serta ketelitian seluruh personel. Mari pertahankan integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah,” tegasnya.
BARANG BUKTI DAN PENGUNJUNG DIAMANKAN
Setelah temuan tersebut, petugas Rutan Kelas I Surabaya langsung mengamankan pengunjung yang bersangkutan beserta barang bukti untuk mencegah adanya kemungkinan barang lain yang masih tersembunyi.
Pihak Rutan selanjutnya melakukan koordinasi dengan Polresta Sidoarjo guna menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Status hukum terhadap SWS serta kepastian jenis dan berat barang yang ditemukan selanjutnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses penyidikan.
RUTAN PERKETAT PENGAWASAN
Penggagalan tersebut kembali menegaskan bahwa upaya memasukkan narkotika ke dalam lingkungan pemasyarakatan masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan pengawasan tanpa kompromi.
Rutan Kelas I Surabaya menyatakan akan terus memperkuat sistem pengamanan, termasuk pemeriksaan berlapis terhadap pengunjung dan barang bawaan, sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk penyelundupan.
Tidak ada ruang bagi narkotika untuk masuk dan beredar di balik tembok Rutan.
Ketelitian petugas di pintu masuk menjadi benteng pertama untuk memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Penggagalan ini juga menunjukkan bahwa modus penyelundupan semakin beragam dan dapat dilakukan dengan cara yang tidak mudah terlihat. Karena itu, integritas, keberanian, kewaspadaan, serta profesionalisme petugas menjadi faktor penting dalam mencegah Rutan dijadikan jalur masuk peredaran narkotika.
Rutan Kelas I Surabaya menegaskan: perang terhadap narkoba bukan sekadar slogan, tetapi harus dibuktikan melalui pengawasan ketat, tindakan tegas, dan sinergi berkelanjutan bersama aparat penegak hukum. (Tim JAWARAH)











