PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Posisi sebagai Hub Logistik Lewat Sinergi dengan ALFI

cacatanpublik.com– PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat logistik strategis di Indonesia melalui kolaborasi yang semakin erat dengan Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Forum Diskusi Strategis yang mempertemukan operator terminal dengan pelaku usaha logistik untuk membahas peningkatan efisiensi layanan dan penguatan ekosistem logistik nasional.

Forum yang digelar di Surabaya itu menjadi sarana komunikasi sekaligus evaluasi berbagai program transformasi yang telah dijalankan PT Terminal Teluk Lamong.

Melalui forum tersebut, perusahaan juga menyerap berbagai masukan dari pengguna jasa guna meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan yang lebih efektif dan kompetitif.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa kolaborasi dengan asosiasi logistik memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan layanan terminal yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.

Menurutnya, keberhasilan transformasi sektor logistik tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha logistik, regulator, perusahaan pelayaran, dan asosiasi industri.

“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk menciptakan layanan logistik yang semakin efisien dan berdaya saing. Masukan dari ALFI/ILFA sangat penting dalam membantu kami melakukan evaluasi dan pengembangan layanan ke depan,” ujar David.

Sebagai salah satu terminal peti kemas modern terbesar di kawasan Indonesia Timur, PT Terminal Teluk Lamong mencatat arus peti kemas konsolidasi sebesar 2,19 juta TEUs sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan yang diberikan perusahaan.

Untuk mendukung peningkatan arus logistik, TTL terus melakukan berbagai inovasi operasional. Salah satunya melalui implementasi Truck Booking System (TBS) Stage 2 yang mulai diterapkan sejak Maret 2026.

Sistem ini mengatur jadwal kedatangan truk berdasarkan slot waktu tertentu sehingga mampu mengurangi antrean kendaraan dan meningkatkan efisiensi aktivitas bongkar muat.

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan Green Shelter Waiting Area yang mampu menampung puluhan truk. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang seperti musala, toilet, klinik kesehatan, ruang induksi keselamatan, serta penyediaan minuman gratis bagi para pengemudi.

TTL juga terus melakukan optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan melalui penataan tata letak area terminal yang lebih efektif. Langkah tersebut bertujuan mempercepat arus barang sekaligus menekan waktu tunggu yang dapat memengaruhi efisiensi rantai pasok.

Dalam forum diskusi, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan layanan terminal, termasuk pengaturan slot dalam sistem TBS, peningkatan informasi kondisi lapangan penumpukan, hingga percepatan proses pemeriksaan barang impor.

Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Sebastian Wibisono, memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah inovatif yang telah dilakukan PT Terminal Teluk Lamong. Ia menilai keterbukaan perusahaan dalam menerima masukan dari pelaku usaha menjadi modal penting untuk menciptakan perbaikan layanan secara berkelanjutan.

“TTL menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas layanan. Kami berharap forum seperti ini terus dilaksanakan karena sangat efektif dalam membangun koordinasi dan mencari solusi bersama bagi kemajuan sektor logistik,” kata Sebastian.

Ia optimistis sinergi yang semakin erat antara PT Terminal Teluk Lamong dan ALFI/ILFA Jawa Timur akan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat logistik nasional yang mampu mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, PT Terminal Teluk Lamong menargetkan terciptanya sistem logistik yang semakin modern, terintegrasi, dan efisien. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai hub logistik strategis yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.(Yud)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *