Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menyelenggarakan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C sebagai bagian dari pembinaan bagi warga binaan. Program yang berlangsung di ruang belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Ini menjadi wujud komitmen dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan, karakter, dan keterampilan sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah Masyarakat, Selasa (28/07/2026).
Pelaksanaan program pendidikan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan dengan melibatkan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan sebagai tutor sekaligus perpanjangan tangan PKBM dalam proses pembelajaran. Sebanyak 18 warga binaan mengikuti Program Paket B, sedangkan 16 warga binaan mengikuti Program Paket C. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri selama menjalani masa pembinaan.
Dalam kegiatan pembelajaran kali ini, peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket B menerima materi Seni Budaya, Sejarah, dan Muatan Lokal, sedangkan peserta Paket C mengikuti pembelajaran Muatan Lokal. Penyampaian materi tersebut bertujuan meningkatkan wawasan warga binaan mengenai budaya, sejarah, serta potensi dan nilai-nilai lokal yang berkembang di masyarakat sebagai bagian dari pembentukan karakter dan bekal reintegrasi sosial.
Seluruh proses pembelajaran berlangsung secara interaktif. Para tutor tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak peserta berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyampaikan pendapat sehingga tercipta suasana belajar yang aktif dan komunikatif. Melalui pendekatan tersebut, warga binaan didorong untuk meningkatkan kemampuan akademik, memperluas wawasan, sekaligus membangun kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.
Tutor Paket B mata pelajaran Seni Budaya, Nurbaiti, menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya bangsa.
“Seni budaya mengajarkan peserta didik untuk mengenal jati diri, menghargai keberagaman, sekaligus mengekspresikan kreativitas secara positif. Kami berharap pembelajaran ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar lebih percaya diri dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Nurbaiti.
Sementara itu, Tutor Paket C mata pelajaran Muatan Lokal, Rahmat Fahroni, menjelaskan bahwa materi yang diberikan menjadi sarana untuk mengenalkan potensi daerah dan nilai-nilai kehidupan yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Muatan lokal tidak hanya mengenalkan budaya daerah, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut penting dimiliki sebagai bekal ketika warga binaan kembali berinteraksi dengan masyarakat,” jelas Rahmat.
Salah seorang warga binaan peserta pendidikan kesetaraan berinisial AK mengaku bersyukur dapat mengikuti pembelajaran selama menjalani masa pembinaan di Lapas.
“Saya merasa senang karena masih diberi kesempatan untuk belajar. Setiap pertemuan menambah wawasan dan membuat saya lebih percaya diri. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar memiliki bekal ketika kembali ke keluarga dan masyarakat,” ungkap AK.
Program Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan secara berkelanjutan menjadi salah satu wujud komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi bersama PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Lapas terus memastikan warga binaan memperoleh akses pendidikan yang layak sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (nta).










