Cacatanpublik.com — Polres Pasuruan memperkuat sinergi dengan insan pers untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kepolisian mengajak media berperan aktif menyampaikan informasi yang cepat, faktual, dan berimbang kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan PIRAMIDA (Ngopi Bareng Awak Media) yang berlangsung di Gedung Tri Brata Polres Pasuruan, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan itu menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan awak media. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat, khususnya terkait potensi maupun kejadian karhutla.
Kasi Humas Polres Pasuruan, IPTU Joko Suseno, S.H., mengapresiasi kontribusi insan pers yang selama ini membantu kepolisian menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui pemberitaan.
“Terima kasih atas pemberitaannya. Informasi dari rekan-rekan media sangat membantu kami dalam memantau perkembangan situasi di lapangan, termasuk terkait kebakaran hutan dan lahan,” ujar Joko Suseno.
Joko menjelaskan, informasi dari media dapat membantu kepolisian mengetahui kejadian atau potensi karhutla di sejumlah wilayah. Setelah menerima informasi, petugas dapat melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjutinya.
Menurut Joko, sinergi antara kepolisian dan media semakin penting saat memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.
Karena itu, kepolisian mendorong media untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla. Pemberitaan yang informatif diharapkan mampu mendorong masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Perwakilan wartawan dalam kegiatan tersebut turut menegaskan pentingnya sinergi antara media dan kepolisian. Wartawan membutuhkan informasi dari narasumber resmi untuk memastikan informasi yang diperoleh di lapangan dapat diverifikasi sebelum dipublikasikan.
“Wartawan membutuhkan polisi sebagai narasumber untuk memvalidasi informasi yang kami dapatkan di lapangan. Begitu juga sebaliknya, polisi membutuhkan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jadi, sinergi ini memang saling membutuhkan,” ujar perwakilan wartawan.
Karhutla menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi di Kabupaten Pasuruan sepanjang 2026, terutama di kawasan pegunungan dan sejumlah wilayah lainnya. Musim kemarau dapat meningkatkan potensi kebakaran sehingga membutuhkan kewaspadaan dari berbagai pihak.
Melalui kegiatan PIRAMIDA, Polres Pasuruan berharap komunikasi dengan insan pers semakin kuat. Kepolisian dan media dapat bersama-sama mempercepat penyampaian informasi serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla.
Kolaborasi kepolisian, insan pers, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pasuruan.(Yud)












