Polda Papua Barat Janji Tindak Tegas Anggota yang Terbukti Terlibat Pertambangan Ilegal

Cacatanpublik.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menegaskan komitmennya untuk menindak tegas anggota yang terbukti terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal. Penegasan itu disampaikan menyusul pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob Polda Papua Barat dalam aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., mengatakan pihaknya menghormati informasi, masukan, dan perhatian yang disampaikan masyarakat maupun berbagai elemen terkait dugaan tersebut, termasuk Sahabat Polisi Indonesia (SPI).

Trihadi menjelaskan bahwa Polda Papua Barat akan mendalami setiap informasi yang mengarah pada dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan anggota Polri. Pihaknya akan menjalankan proses pemeriksaan secara profesional dan objektif dengan mengacu pada fakta serta alat bukti yang sah.

“Perlu kami sampaikan bahwa tugas pokok Polri sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut menjadi pedoman seluruh anggota Polri dalam melaksanakan tugas,” ujar Trihadi.

Ia menegaskan bahwa pimpinan Polda Papua Barat akan memberikan perhatian serius terhadap setiap informasi mengenai dugaan keterlibatan anggota dalam aktivitas yang melanggar hukum. Namun, pihaknya tetap mengedepankan proses pemeriksaan untuk memastikan kebenaran informasi berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Trihadi memastikan Polda Papua Barat tidak akan memberikan toleransi kepada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran. Jika proses pemeriksaan membuktikan adanya keterlibatan anggota dalam pertambangan ilegal, Polda Papua Barat akan memproses oknum tersebut sesuai ketentuan hukum dan kode etik profesi Polri.

“Apabila nantinya terbukti ada anggota yang melakukan pelanggaran atau terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal, maka yang bersangkutan adalah oknum dan akan diproses sesuai ketentuan hukum maupun kode etik profesi Polri. Polda Papua Barat tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya,” tegasnya.

Polda Papua Barat juga mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Trihadi meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai dan pihak berwenang memperoleh bukti yang cukup.

“Kami berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada Polda Papua Barat untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.

Menurut Trihadi, Polri harus menjalankan penegakan hukum secara adil dan tanpa pandang bulu. Karena itu, Polda Papua Barat berkomitmen menjaga integritas institusi sekaligus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Polda Papua Barat juga mengajak masyarakat memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Trihadi berharap kepercayaan dan dukungan masyarakat terus tumbuh sehingga kepolisian dapat menjalankan tugas secara optimal.

“Polda Papua Barat akan terus berupaya menjadi institusi yang hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Polda Papua Barat menegaskan akan menindaklanjuti setiap informasi terkait dugaan pelanggaran yang melibatkan anggotanya melalui mekanisme yang berlaku. Jika pemeriksaan menemukan bukti keterlibatan dalam aktivitas pertambangan ilegal, anggota yang terbukti bersalah akan menghadapi proses hukum dan pemeriksaan kode etik sesuai ketentuan.(Rahma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed