cacatanpublik.com– Polda Papua Barat mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Niño dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Podcast Humas Polda Papua Barat yang mengusung tema “Siaga El Niño: Menghadapi Ancaman Kekeringan dan Risiko Lingkungan di Papua Barat”, Kamis (6/8/2026).
Melalui podcast tersebut, Polda Papua Barat menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi terkait, yakni Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Papua Barat Sony Hartono, S.Si., Kepala Kantor SAR Manokwari Yefri Sabarudin, S.P., M.A.P., serta Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Jimmy W. Susanto, S.Hut., M.P. Kehadiran para narasumber bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah menghadapi musim kemarau dan mengurangi risiko bencana.
Polda Papua Barat memanfaatkan media digital sebagai sarana penyebarluasan informasi agar masyarakat memahami dampak El Niño yang berpotensi menyebabkan kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pemaparannya, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Papua Barat Sony Hartono mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, menggunakan air secara hemat, dan terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun Podcast Humas Polda Papua Barat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta selalu mengacu pada informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan iklim.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Jimmy W. Susanto mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, serta keselamatan masyarakat.
Jimmy juga meminta masyarakat menghindari aktivitas di kawasan hutan yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor SAR Manokwari Yefri Sabarudin mengingatkan bahwa kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga dapat memunculkan situasi darurat yang memerlukan operasi pencarian dan pertolongan.
Ia mengajak masyarakat berperan aktif menjaga hutan dan tidak ragu menghubungi Basarnas apabila terjadi keadaan darurat. Menurutnya, seluruh layanan pencarian dan pertolongan yang diberikan Basarnas kepada masyarakat tidak dipungut biaya.
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Triyadi Kuncahyo, A.Md., S.E., mengatakan Podcast Humas merupakan salah satu upaya Polri membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat melalui platform digital.
“Melalui Podcast Humas Polda Papua Barat, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa menghadapi El Niño dan mencegah kebakaran hutan serta lahan membutuhkan peran aktif semua pihak. Dengan meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi, dan menjaga lingkungan, kita dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” ujar Kombes Pol. Triyadi Kuncahyo.
Polda Papua Barat berharap sinergi antara Polri, BMKG, Basarnas, Dinas Kehutanan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi musim kemarau. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi dampak El Niño sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, dan lestari.(Rah)






