
Tulungagung – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 resmi dilaksanakan di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Program ini menyasar percepatan pembangunan infrastruktur desa sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga.
Dalam sambutan pembukaan, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pemerataan
pembangunan.
Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya melalui penyediaan infrastruktur, tetapi juga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan kemandirian masyarakat.
“TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi desanya,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Pojok mencakup dua sasaran utama, yakni fisik dan nonfisik. Sasaran fisik diarahkan pada peningkatan kualitas infrastruktur dan akses pelayanan dasar. Sementara itu, kegiatan nonfisik meliputi sosialisasi dan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kemampuan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pembangunan dari desa sebagai bagian dari pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Melalui pelaksanaan program tersebut, potensi lokal diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa,” kegiatan ini menempatkan kerja sama lintas sektor sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan pembangunan. Keterlibatan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan warga.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap pelaksanaan TMMD ke-130 memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Pojok, terutama dalam peningkatan infrastruktur, akses pelayanan dasar, dan pengembangan aktivitas ekonomi lokal.
Melalui program ini, pembangunan desa diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian kegiatan fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya partisipasi dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.((Hari)






