Peta Baru APBMI Jawa Timur Mulai Terbentuk, Andre J Lamahayu Juga Kadindat Kuat 2026–2031 , Siapkan Revolusi Komunikasi dan Transparansi Pelaku Bongkar Muat

 

SURABAYA – Dinamika pemilihan pimpinan Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) wilayah Tanjung Perak semakin memanas setelah muncul berbagai gagasan strategis terkait pengelolaan iuran, penguatan organisasi, hingga sistem komunikasi antaranggota. Di tengah perhatian para pelaku usaha bongkar muat terhadap arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan, calon pimpinan APBMI, Andre, tampil membawa gagasan perubahan dengan menitikberatkan pada keterbukaan komunikasi dan kebersamaan antaranggota.

 

Diskusi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir banyak menyoroti konsep kebijakan yang sebelumnya disampaikan petahana, Pak Kody Lamahayu Fredy, terutama terkait pembebasan iuran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Modal (APBM). Gagasan tersebut menjadi perhatian serius para anggota APBMI karena dinilai menyentuh langsung persoalan biaya operasional yang selama ini dirasakan cukup membebani pelaku usaha bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak.

 

Dalam penjelasanbtersebut di atas, menurut Andre J Lamahayu mengatakan, Kamis (21/05/2026) menyebutkan, apabila Kami terpilih dipercaya memimpin APBMI ketua periode 2026–2031, juga sama mau meneruskan Pak Kody Lamahayu Fredy membebaskan iuran APBM selama lima tahun masa kepemimpinan.

 

“Karna kebijakan tersebut dianggap relevan dengan kondisi dunia usaha yang masih berupaya bangkit dan menyesuaikan diri di tengah tantangan ekonomi serta tingginya biaya operasional pelabuhan,” lugasnya.

 

Lanjut kata Andre J Lamahayu untuk besaran iuran yang saat ini mencapai sekitar Rp 350 per ton dinilai menjadi salah satu beban tersendiri bagi perusahaan bongkar muat. Dan khusus untuk informasi mengenai pengembalian 5jt rupiah itu diberikan kepada perusahaan peserta MUSWIL yang terdaftar.

 

“Karena itu, wacana pembebasan iuran mendapat respons positif dari sebagian pelaku usaha yang berharap adanya efisiensi biaya demi menjaga stabilitas usaha mereka, dan selain itu, pernyataan viral mengenai nominal Rp 5.000.000 juga turut menjadi pembahasan hangat di kalangan anggota APBMI,” ucapnya.

 

Perlu Kami sampaikan, sambung kata Andre J Lamahayu, dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa angka tersebut bukan bentuk pembebasan penuh, melainkan skema pengembalian dana kepada perusahaan atau anggota yang berasal dari hasil pengumpulan iuran organisasi.

 

“Dana tersebut nantinya direncanakan dikembalikan sebesar Rp 5.000.000 kepada masing-masing perusahaan apabila kebijakan itu terealisasi, jika Kami terpilih dalam Bursa Pemilihan APBMI Jatim 2026-2031 nantinya,” jlentrenya.

 

Saat di tanyak wartawan terkait menanggapi berbagai konsep tersebut, Andre J Lamahayu menyebutkan pandangannya, secara terbuka kami menilai semangat keberpihakan kepada pengusaha yang dibawa dalam wacana tersebut merupakan langkah positif.

 

“Namun, ada persoalan mendasar lain yang juga harus segera dibenahi, yakni menghidupkan kembali fungsi APBMI sebagai wadah komunikasi dan koordinasi yang efektif bagi seluruh anggota, dan selama ini komunikasi antaranggota maupun antara pengurus dan pelaku usaha masih perlu diperkuat agar setiap persoalan di lapangan dapat segera dibahas dan dicarikan solusi bersama, itu target utama kami,” tegasnya.

 

Sekali lagi, sambung kata Andre J Lamahayu, kami akan lebih membangkitkan lagi komunikasi dengan anggota jika terpilih, agar setiap keluhan dan masukan bisa tersampaikan langsung ke asosiasi. Nanti kita duduk bersama, berpikir bersama untuk mencari solusi terbaik demi kemajuan perusahaan bongkar muat di wilayah ini.

 

“Kemajuan dunia usaha bongkar muat tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan sinergi dan keterbukaan antar seluruh pelaku usaha yang tergabung dalam APBMI Tanjung Perak. Oleh sebab itu, apabila nantinya dipercaya memimpin organisasi, Andri berencana membangun sistem komunikasi yang lebih responsif dan terbuka,” ulasnya lagi.

 

Ada hal yang lebih penting dalam kekompakan untuk progres kedepanya, sambung kata Andre J Lamahayu lagi, salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan saluran komunikasi langsung berbasis grup pesan singkat (WhatsApp) khusus anggota. Melalui sistem tersebut, setiap anggota dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun usulan secara cepat tanpa harus melalui birokrasi yang berbelit.

 

“Kalau saya terpilih menjadi ketua, saya akan pastikan bisa mendengarkan keluhan secara langsung. Kita bahas bersama, pikirkan bersama, agar hasil yang didapat benar-benar bermanfaat dan membawa kemajuan bagi kita semua,” tegasnya lagi.

 

Dalam pantauan awak media, Gagasan yang disampaikan kedua kandidat (Kody Lamahayu Fredy dan Andre J Lamahayu) tersebut kini menjadi perhatian para pelaku usaha bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. Berbagai tawaran program yang muncul dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan APBMI ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan persaingan usaha, efisiensi biaya operasional, serta peningkatan kesejahteraan anggota.

 

Dengan munculnya berbagai visi-misi pembaruan kadindat kuat yakni Kody Lamahayu Fredy dan Andre J Lamahayu, para anggota APBMI diharapkan dapat menentukan pilihan secara matang demi menciptakan organisasi yang lebih solid, transparan, responsif, dan mampu menjadi motor penggerak kemajuan sektor bongkar muat di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

 

Usut punya usut, isu yang berkembang terkait kandidat 2026–2031 diperebutan kursi DPW APBMI Jawa Timur antara lain:

 

1.Kody Lamahayu Fredy (Petahana)

2.Hery

3.Dian

4.Andre J Lamahayu

 

Pengamat internal pelabuhan menilai, siapa pun yang nantinya terpilih akan menghadapi tantangan besar untuk menjaga kekompakan organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan para pengusaha bongkar muat di tengah dinamika industri kepelabuhanan yang terus berkembang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *