Pesanan Sasirangan Ibu Wali Kota, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Terus Asah Keterampilan Menjahit

Banjarmasin, Catatanpublik.com –

Kain sasirangan tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Selatan, tetapi juga membuka peluang bagi Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan produk bernilai ekonomi. Melalui program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Kamis (5/11), Warga Binaan terus mengasah kemampuan membuat kain sasirangan dengan mengerjakan sejumlah pesanan, termasuk lima kain sasirangan dari Ibu Wali Kota.

Proses pembuatan sasirangan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembuatan pola pada kain, kemudian dilanjutkan dengan proses menjelujur atau menjahit mengikuti pola yang telah dibuat. Tahapan ini membutuhkan ketelitian agar motif yang dihasilkan sesuai dengan desain yang diinginkan. Setelah proses tersebut selesai, kain akan memasuki tahapan berikutnya, yakni pewarnaan dan penjemuran hingga siap menjadi kain sasirangan.

Dalam pengerjaannya, sebanyak delapan kain sasirangan dapat diselesaikan pada tahap pembuatan pola dan menjelujur dalam waktu sekitar tiga hari. Namun, durasi pengerjaan bergantung pada tingkat kerumitan motif dan pola yang dibuat.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Rival, yang turut memberikan arahan serta memastikan setiap tahapan pengerjaan berjalan dengan baik.

Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan membuat sasirangan menjadi salah satu upaya membekali Warga Binaan dengan kemampuan produktif yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang benar-benar bisa dimanfaatkan. Pembuatan sasirangan membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan konsistensi, mulai dari membuat pola hingga proses menjelujur. Kami terus memberikan pendampingan agar kualitas hasil karya semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan bekal keterampilan yang memiliki nilai guna dan peluang ekonomi.

“Kami terus mendorong agar program pembinaan kemandirian menghasilkan keterampilan yang produktif dan memiliki nilai jual. Pesanan sasirangan ini menjadi salah satu kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kemampuan, mengenal proses produksi secara langsung, sekaligus membangun kepercayaan diri melalui hasil karya mereka,” ujar Kalapas.

Melalui pembinaan ini, Lapas Banjarmasin berupaya menjaga keterampilan tradisional sasirangan tetap berkembang sekaligus memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mempersiapkan diri agar lebih mandiri dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *