cacatanpublik.com– Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur dalam upaya meningkatkan literasi digital dan melawan penyebaran hoaks di ruang siber.
Kerja sama ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya arus informasi di media digital yang kerap disertai dengan disinformasi, ujaran kebencian, dan berita bohong. Kedua pihak menilai diperlukan sinergi lintas sektor untuk menjaga kualitas informasi publik.
Kepala Diskominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mendorong JMSI Jatim untuk aktif terlibat dalam pemanfaatan Klinik Hoaks Jawa Timur sebagai sarana edukasi dan verifikasi informasi. Ia menegaskan bahwa platform tersebut berfungsi sebagai alat bantu masyarakat dalam memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Sherlita mengajak JMSI Jatim untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan literasi digital seperti seminar, Focus Group Discussion (FGD), hingga kampanye publik anti-hoaks.
“Kami mengajak JMSI Jatim untuk bersama-sama memperkuat literasi digital masyarakat melalui Klinik Hoaks Jawa Timur. Kolaborasi ini penting untuk melawan penyebaran informasi palsu,” ujar Sherlita di Surabaya, Selasa (2/6/2026).
Diskominfo Jawa Timur terus mengembangkan Klinik Hoaks sebagai pusat layanan verifikasi informasi yang dapat diakses masyarakat. Platform ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik dalam memilah informasi yang benar dan akurat.
Ketua JMSI Jawa Timur, Syaiful Anam, menyatakan bahwa JMSI siap memperkuat kerja sama dengan Diskominfo Jatim dalam menghadapi tantangan media digital saat ini. Ia menilai kolaborasi ini penting untuk menjaga profesionalisme media siber.
“Kami siap bersinergi dengan Diskominfo Jatim untuk memperkuat literasi digital dan melawan hoaks di masyarakat,” kata Syaiful Anam.
Ia menambahkan bahwa JMSI Jatim akan terus mendorong media anggotanya untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Melalui sinergi ini, JMSI Jatim dan Diskominfo Jawa Timur berharap dapat menciptakan ekosistem informasi digital yang sehat, terpercaya, dan bebas dari hoaks.(Yud)






