Banjarmasin, Catatanpublik.com –
Penataan lingkungan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pembenahan fasilitas. Salah satunya dengan pembuatan pagar kayu untuk mempercantik tampilan area sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman, Senin (2/11).
Pembuatan pagar kayu dikerjakan oleh Warga Binaan dengan memanfaatkan keterampilan kerja yang mereka miliki. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan material kayu, mengukur, memotong, hingga merangkai bagian pagar sesuai kebutuhan area.
Selain berfungsi sebagai pembatas, keberadaan pagar kayu juga memberikan sentuhan estetis pada lingkungan SAE 1. Penataan tersebut diharapkan dapat membuat kawasan yang menjadi lokasi berbagai kegiatan pembinaan kemandirian ini terlihat lebih rapi, asri, dan menarik.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa pembuatan pagar kayu merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan SAE 1 sekaligus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan kerja.
“Penataan lingkungan menjadi salah satu hal yang kami perhatikan. Melalui pembuatan pagar kayu ini, kami ingin area SAE 1 terlihat lebih rapi dan indah, sekaligus memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengasah keterampilan dalam pekerjaan pertukangan,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan pembenahan lingkungan tersebut. Menurutnya, hasil karya yang dihasilkan melalui kegiatan kerja dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan Lapas.
“Kami ingin SAE 1 tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan pembinaan kemandirian, tetapi juga memiliki lingkungan yang tertata, bersih, dan nyaman. Keterlibatan Warga Binaan dalam pembuatannya menjadi bagian dari pembelajaran untuk menghasilkan karya yang bermanfaat,” tutur Kalapas.
Melalui pembuatan pagar kayu ini, Lapas Banjarmasin terus mengoptimalkan pemanfaatan SAE 1 sebagai kawasan pembinaan yang produktif. Tidak hanya menghasilkan berbagai komoditas pertanian dan peternakan, kawasan ini juga dikembangkan melalui penataan lingkungan yang melibatkan kreativitas serta keterampilan Warga Binaan. (Humas Lapas Banjarmasin)






