Cacatanpublik.com //Peredaran narkotika di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan pada tahun 2026. Kondisi tersebut mendorong para penggiat anti narkotika untuk terus meningkatkan edukasi dan kampanye bahaya narkoba demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang.
Penggiat anti narkotika DPW PANNA Jawa Timur, Dani Lesmana atau yang akrab disapa Oscar, menyerukan perang melawan narkoba yang kini semakin mudah menyasar anak muda melalui berbagai cara, termasuk media sosial dan transaksi digital.
Menurut Oscar, saat ini peredaran narkoba tidak lagi menyasar kelompok tertentu, melainkan telah masuk ke lingkungan sekolah, kampus, tempat hiburan, hingga komunitas remaja.
“Anak-anak muda menjadi target utama para pengedar karena mereka mudah dipengaruhi rasa penasaran dan lingkungan pergaulan. Ini yang harus menjadi perhatian serius bersama,” ujar Oscar saat ditemui awak media, Senin (19/5/2026).
Ia menjelaskan, banyak remaja awalnya hanya mencoba narkoba karena ajakan teman atau ingin terlihat gaul. Namun, penggunaan tersebut sering berakhir pada ketergantungan yang merusak masa depan, kesehatan mental, hingga hubungan sosial dan keluarga.
Oscar juga mengingatkan masyarakat terhadap munculnya berbagai jenis narkoba baru dengan bentuk dan kemasan yang sulit dikenali. Beberapa di antaranya bahkan dikemas menyerupai permen, cairan vape, hingga minuman kekinian agar terlihat aman dan menarik perhatian remaja.
“Sekarang modusnya semakin berbahaya. Ada narkoba yang dikemas seperti makanan ringan atau liquid vape supaya anak muda tidak curiga,” katanya.
Selain sabu-sabu dan ekstasi, Oscar menyebut peredaran ganja sintetis, pil koplo, obat penenang ilegal, hingga opioid sintetis jenis baru seperti Nitazenes mulai menjadi ancaman serius.
Ia juga menyoroti munculnya istilah “zombie drugs” seperti Xylazine yang dicampur opioid dan Happy Water yang mulai marak di sejumlah negara Asia.
Menurutnya, jaringan pengedar narkoba kini semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi digital, transaksi online, dan pengiriman terselubung untuk mengedarkan barang haram tersebut.
Karena itu, Oscar meminta seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan remaja.
Ia menilai keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap pengaruh narkoba.
“Edukasi sejak dini harus terus dilakukan. Anak-anak muda harus memahami bahwa narkoba bukan solusi, melainkan jalan menuju kehancuran masa depan,” tegasnya.
Melalui berbagai kegiatan sosialisasi anti narkoba, PANNA Jawa Timur terus mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi lingkungan sekitar dan berani melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkotika.
Oscar menegaskan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda sehingga semua pihak harus bersatu melindungi mereka dari ancaman narkoba.
“Katakan tidak pada narkoba. Sekali terjerumus, penyesalan sering datang terlambat,” pungkasnya(yud)










