Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melanjutkan program Strata 2 (S2) Manajemen bagi petugas dan warga binaan melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin. Pada perkuliahan tatap muka, mahasiswa mempelajari mata kuliah Ekonomi Manajerial, Selasa (29/09/2026).
Perkuliahan berlangsung di Ruang Belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Petugas dan warga binaan mengikuti pembelajaran dengan menyimak materi, mengikuti pembahasan, serta berdiskusi mengenai penerapan prinsip ekonomi dalam pengambilan keputusan manajerial.
Mata kuliah Ekonomi Manajerial membahas cara mempertimbangkan kebutuhan, sumber daya, biaya, manfaat, serta kondisi yang memengaruhi suatu pilihan. Pembelajaran tersebut membantu mahasiswa memahami hubungan antara pertimbangan ekonomi dengan proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan suatu kegiatan.
Salah satu petugas yang mengikuti perkuliahan, Alyssa Royani, menilai materi Ekonomi Manajerial memberikan wawasan baru dalam memahami proses pengambilan keputusan.
“Materi Ekonomi Manajerial memberikan pemahaman kepada saya tentang bagaimana mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan. Perkuliahan ini menambah wawasan mengenai hubungan antara kondisi ekonomi, penggunaan sumber daya, dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan suatu kegiatan,” ujar Alyssa.
Dosen STIMI Banjarmasin, Fanlia Prima Jaya, menjelaskan bahwa Ekonomi Manajerial membantu mahasiswa memahami penggunaan prinsip ekonomi dalam menentukan keputusan. Pembelajaran juga mengarahkan mahasiswa mempertimbangkan sumber daya dan kondisi yang tersedia sebelum menentukan suatu pilihan.
“Melalui mata kuliah Ekonomi Manajerial, mahasiswa mempelajari bagaimana menggunakan pertimbangan ekonomi dalam mengambil keputusan. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga belajar melihat kebutuhan, sumber daya, biaya, dan manfaat sebagai bagian dari proses menentukan pilihan,” jelas Fanlia.
Kesempatan mengikuti perkuliahan juga memberikan pengalaman akademik bagi warga binaan. Salah satunya, warga binaan berinisial MA, mengikuti pembelajaran untuk menambah pengetahuan dan memahami penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari.
“Perkuliahan ini memberikan saya pengetahuan baru tentang bagaimana mempertimbangkan pilihan dan menggunakan sumber daya dengan lebih baik. Saya senang mendapat kesempatan mengikuti pendidikan S2 karena bisa terus belajar dan menambah wawasan selama berada di Lapas,” ujar MA.
Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, pendidikan S2 menjadi bagian dari upaya membuka ruang pengembangan pengetahuan bagi petugas dan warga binaan. Bagi warga binaan, pendidikan tinggi juga mendukung proses pembinaan melalui kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan sebagai persiapan kembali ke tengah masyarakat.
Melalui keberlanjutan program pendidikan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan kesempatan belajar bagi petugas dan warga binaan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan diri sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan yang berdampak positif bagi kehidupan setelah kembali ke masyarakat. (nta).












