Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengajak warga binaan mengikuti pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket B melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Ruang Belajar, Senin (5/10/2026). Lapas menugaskan petugas sebagai tutor atau pengajar yang menjalankan tugas sebagai perpanjangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan.
Pada pembelajaran tersebut, Tutor Paket B dari Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Ardian, mengajak warga binaan memahami materi tentang mengagungkan Allah SWT dengan tunduk pada perintah-Nya. Ia membahas sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah beserta makna dan ketentuan pelaksanaannya.
Ardian menjelaskan bahwa materi PAI dapat membantu warga binaan memahami ajaran agama sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memahami nilai ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
“Melalui pembelajaran PAI, kami mengajak warga binaan memahami ajaran agama sekaligus mengambil nilai yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah mengajarkan pentingnya bersyukur, menyadari kekeliruan, serta menaati perintah Allah SWT,” ujar Ardian.
Warga binaan kemudian mempelajari perbedaan ketiga jenis sujud tersebut. Mereka memahami sujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diterima, sujud sahwi yang berkaitan dengan kekeliruan atau kelupaan dalam salat, serta sujud tilawah yang berkaitan dengan ayat sajdah dalam Al-Qur’an.
Pembelajaran tersebut tidak berhenti pada pemahaman materi. Warga binaan juga diajak melihat nilai yang terkandung di dalamnya, seperti membiasakan diri bersyukur, menyadari kesalahan, dan menaati ketentuan agama. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari proses memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Salah satu peserta Paket B, SD, menyampaikan bahwa pembelajaran PAI memberinya pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai bentuk sujud sekaligus mengingatkan dirinya untuk menjalankan perintah agama.
“Pembelajaran hari ini membuat saya lebih memahami sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah. Saya belajar bahwa bersyukur, menyadari kesalahan, dan menaati perintah Allah SWT merupakan bagian dari upaya memperbaiki diri. Saya ingin terus mengikuti pembelajaran agar pengetahuan agama saya semakin bertambah dan dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap SD.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menjadikan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B sebagai salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan pendidikan warga binaan selama menjalani masa pidana. Melalui pembelajaran PAI, Lapas memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menambah pengetahuan keagamaan sekaligus mengambil nilai yang mendukung perubahan sikap dan perilaku.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan kegiatan pendidikan sebagai bagian dari pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pidana maupun ketika kembali ke tengah masyarakat. Pemahaman keagamaan diharapkan dapat membantu mereka meningkatkan ketaatan, memperbaiki diri, dan menjalani kehidupan dengan sikap yang lebih baik. (nta).






