Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Disorot, Dugaan Praktik Calo Tiket Rugikan Penumpang

cacatanpublik.com o– Aktivitas pelayanan tiket di Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan praktik percaloan yang merugikan penumpang.

PT Pelayaran Nasional Indonesia sebagai operator kapal disebut masih menerapkan sistem penjualan tiket di pelabuhan yang dinilai belum sepenuhnya tertib. Kondisi ini memunculkan keluhan dari calon penumpang yang kesulitan memperoleh tiket secara resmi.

Sejumlah penumpang mengaku telah mengantre sejak loket dibuka, namun tidak mendapatkan tiket dengan alasan telah habis terjual. Di sisi lain, penumpang yang diduga menggunakan jasa calo justru dengan mudah memperoleh tiket dan langsung berangkat.

Dugaan praktik ini terjadi di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani Ternate yang menjadi salah satu pintu utama transportasi laut di wilayah tersebut. Masyarakat menilai kondisi ini merusak prinsip keadilan dalam pelayanan publik.

Sejumlah warga juga menyoroti aktivitas oknum yang diduga berperan sebagai calo tiket. Mereka menyebut praktik tersebut berlangsung secara terbuka di sekitar area pelabuhan tanpa adanya penertiban yang tegas.

Seorang tokoh pemuda di Kota Ternate mengecam keras dugaan praktik tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum (APH) dan pihak terkait segera bertindak untuk menghentikan aktivitas yang merugikan masyarakat.

“Penumpang resmi dirugikan karena sistem tidak berjalan adil. Kami meminta adanya penertiban dan investigasi menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya pemeriksaan terhadap kemungkinan keterlibatan oknum internal pelabuhan dalam memfasilitasi praktik percaloan tersebut. Menurutnya, lemahnya pengawasan membuka ruang terjadinya penyimpangan.

Selain merugikan secara finansial, masyarakat menilai praktik percaloan juga berdampak pada aspek keselamatan pelayaran. Data penumpang yang tidak akurat dinilai dapat menyulitkan proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat di laut.

Sejumlah tokoh pemuda di Kota Ternate menyatakan akan terus memantau persoalan ini dan mendesak pemerintah serta instansi terkait untuk melakukan pembenahan sistem penjualan tiket agar lebih transparan dan akuntabel.

Hingga kini, masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan dugaan praktik percaloan di Pelabuhan Ahmad Yani demi meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di Maluku Utara.(Kabiro malut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *