Panen Terong Bersama BNNP Kalsel dan STIMI, Lapas Narkotika Karang Intan Petik Hasil Pembinaan Kemandirian

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali menunjukkan keberhasilan pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan panen terong bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan dan STIMI Banjarmasin. Kegiatan tersebut turut menyemarakkan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 sekaligus memperkuat program ketahanan pangan yang dikembangkan di lingkungan lapas, Rabu (10/06/2026).

Kegiatan berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Asep Taufik, S.I.K., Ketua STIMI Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, dan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, turut memanen terong bersama para tamu undangan dan warga binaan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Panen terong tersebut menjadi hasil dari proses pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan melalui kegiatan pertanian dengan pendampingan dan pengawasan petugas secara berkelanjutan.

Melalui keterlibatan aktif dalam setiap tahapan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen, warga binaan memperoleh keterampilan, pengalaman, serta nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Asep Taufik, S.I.K., mengapresiasi upaya pembinaan yang dilakukan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui kegiatan pertanian produktif. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan mampu memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus menumbuhkan semangat produktif bagi warga binaan.

“Apa yang saya lihat hari ini menunjukkan bahwa pembinaan di lapas mampu memberikan pengalaman kerja nyata dan menumbuhkan semangat produktif bagi warga binaan. Keterampilan seperti ini dapat menjadi modal penting ketika mereka kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Asep Taufik.

Ketua STIMI Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, menilai panen terong tersebut mencerminkan hasil dari proses pembelajaran, kerja keras, dan kedisiplinan yang dijalani warga binaan selama mengikuti pembinaan. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sebagai bekal untuk membangun kemandirian di masa depan.

“Panen hari ini bukan sekadar memetik hasil tanaman, tetapi juga memetik hasil dari proses belajar dan kerja keras. Ini membuktikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan menghasilkan sesuatu yang bernilai ketika mendapatkan pembinaan yang tepat,” ungkap Titien.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa kegiatan pertanian menjadi salah satu sarana pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis.

“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan belajar tentang proses produksi, kerja sama, tanggung jawab, dan nilai-nilai kemandirian. Hasil panen yang diperoleh hari ini menjadi bukti bahwa mereka mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tegas Yugo.

Melalui kegiatan panen terong bersama ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata serta mendukung ketahanan pangan dan penguatan kemandirian warga binaan. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *