Panen 205 Kilogram Kangkung di Lahan Brandgang, Hasilnya Langsung Diserap Vendor Dapur Lapas

Banjarmasin, Catatanpublik.com –

Hamparan tanaman kangkung di lahan brandgang Lapas Kelas IIA Banjarmasin kembali menghasilkan panen. Sebanyak 205 kilogram kangkung berhasil dipanen pada Kamis (5/11), menjadi salah satu hasil kegiatan pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang terus dikembangkan di lingkungan lapas.

Panen dilakukan melalui kerja sama petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) bersama Warga Binaan. Tanaman yang telah memasuki masa panen dipetik dan dikumpulkan untuk selanjutnya dipilah serta dipersiapkan sebelum dipasarkan. Menariknya, seluruh hasil panen tersebut langsung dibeli oleh vendor penyedia bahan pangan untuk dapur Lapas Banjarmasin.

Penyerapan hasil panen ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan produk pertanian dari kegiatan pembinaan kemandirian untuk mendukung kebutuhan pangan di dalam lapas. Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan ini juga menjadi pengalaman langsung bagi Warga Binaan dalam mengelola budidaya sayuran hingga menghasilkan produk yang memiliki pasar.

Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari perawatan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penanaman, penyiraman hingga pemeliharaan selama masa pertumbuhan.

“Panen sebanyak 205 kilogram ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan brandgang dapat memberikan hasil yang produktif. Kami terus mengoptimalkan kegiatan pertanian dengan melibatkan Warga Binaan agar mereka memahami proses budidaya secara menyeluruh. Hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur lapas melalui penyerapan oleh vendor,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas Giatja turut memberikan pendampingan kepada Warga Binaan, mulai dari proses pemetikan hingga pengumpulan hasil panen. Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk mempraktikkan keterampilan pertanian yang telah dipelajari sekaligus memahami tahapan penanganan hasil produksi.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi hasil panen tersebut dan menegaskan pentingnya mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk mendukung pembinaan kemandirian.

“Kami ingin setiap lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan hasil yang bermanfaat. Lebih dari itu, kegiatan pertanian ini menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan, membangun tanggung jawab, serta mengenal peluang usaha di bidang pertanian. Hasil produksi yang dapat diserap untuk kebutuhan dapur lapas juga menjadi nilai tambah dari program ini,” tegas Kalapas.

Salah satu Warga Binaan berinisial Z mengungkapkan kegembiraannya dapat terlibat dalam program pertanian tersebut. Baginya, kesempatan merawat tanaman sejak awal hingga tiba waktu panen memberikan pengalaman dan kepuasan tersendiri.

“Saya senang bisa ikut program ini. Mulai dari merawat tanaman, menyiram, sampai akhirnya bisa ikut panen. Rasanya menyenangkan melihat tanaman yang selama ini dirawat akhirnya menghasilkan sesuatu,” ungkapnya.

Panen 205 kilogram kangkung ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan brandgang dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai guna. Melalui kegiatan tersebut, Lapas Banjarmasin tidak hanya mengembangkan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga mendorong hasil pembinaan kemandirian agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan dapur lapas. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed