MALANG – Novan Galih Irawan, warga Dusun Tulusayu, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebut dirinya menyerahkan uang sebesar Rp15 juta kepada pihak kepolisian dalam proses penanganan perkara yang dialaminya.
Melalui surat pernyataan tertulis tertanggal 5 November 2026, Novan secara tegas membantah kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa informasi mengenai penyerahan uang Rp15 juta kepada aparat kepolisian tidak benar dan tidak pernah terjadi sebagaimana yang diberitakan.
“Saya menyatakan dengan tegas bahwa informasi yang menyebutkan saya menyerahkan uang sebesar Rp15 juta kepada pihak kepolisian adalah tidak benar dan tidak berdasar. Sepanjang pengetahuan dan pengalaman saya, tidak pernah terjadi penyerahan uang sebagaimana yang telah disampaikan dalam pemberitaan sebelumnya,” demikian isi pernyataan Novan.
Novan juga menegaskan bahwa klarifikasi tersebut disampaikan atas kemauan dan kesadaran dirinya sendiri, tanpa adanya paksaan, ancaman, tekanan, ataupun pengaruh dari pihak mana pun.
Tak hanya membantah informasi yang beredar, Novan turut menyampaikan harapannya agar persoalan pribadi yang sedang dialaminya tidak kembali diperpanjang. Ia mengaku menganggap persoalan tersebut telah selesai dan meminta agar privasi serta ketenangan keluarganya tetap dihormati.
“Saya juga memaklumi bahwa persoalan yang saya alami secara pribadi saat ini sudah dianggap selesai. Saya berharap tidak ada lagi pihak yang memperpanjang persoalan ini, dan saya mohon ketenangan saya dan keluarga tetap dihormati,” ungkapnya.
Klarifikasi Menjadi Bagian Penting dalam Pemberitaan
Munculnya pernyataan resmi tersebut menjadi penting untuk meluruskan informasi yang sebelumnya berkembang di tengah masyarakat. Terlebih, isu dugaan penyerahan uang kepada aparat penegak hukum merupakan persoalan serius yang membutuhkan kejelasan, bukti, dan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
Dalam prinsip jurnalistik, setiap informasi yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap seseorang harus diuji melalui verifikasi dan keberimbangan. Pernyataan bantahan dari Novan patut mendapatkan ruang pemberitaan sebagai bentuk pemenuhan hak jawab.
Di sisi lain, apabila terdapat informasi atau keterangan berbeda dari pihak kepolisian maupun pihak lain yang berkaitan dengan persoalan tersebut, ruang klarifikasi tetap terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta dan keterangan dari pihak terkait diperoleh secara utuh.
Jurnalis: Tim 🐉






