Ngaji Cafe To Cafe Hadirkan Maulid Nabi, Santunan Yatim dan Dialog Keagamaan di Cafe Senja

 

PASURUAN — Suasana malam di kawasan Perumahan Camry Z Land terasa berbeda pada Selasa (15/9/2026). Sekitar 200 jamaah berkumpul dalam kegiatan Ngaji Cafe To Cafe (NCTC) yang kali ini berkolaborasi dengan Cafe Senja dan manajemen Camry Z Land.

 

Mengusung rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW, santunan anak yatim, dan ngaji rutinan, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi keagamaan yang dikemas dengan suasana santai dan akrab.

 

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Tri, Camat Beji Gatot, Sekretaris PCNU Bangil Dion, jajaran manajemen Camry Z Land, serta Gus Romy Syib sebagai pengisi kajian.

 

Rangkaian acara diawali dengan penampilan Embun Band, kemudian dilanjutkan dengan santunan anak yatim. Suasana semakin khidmat ketika jamaah bersama-sama mengikuti lantunan sholawat dari Majelis Sholawat Nurul Jadid.

 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Bupati Pasuruan dan Camat Beji sebelum memasuki sesi utama, yakni ngaji bersama Gus Romy Syib.

 

Mendekat kepada Agama, Meski Belum Sempurna

 

Dalam kajiannya, Gus Romy Syib mengajak jamaah untuk tidak melihat agama hanya sebagai sesuatu yang harus dijalankan secara sempurna sejak awal. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah terus menjaga kedekatan dengan agama dan tidak berhenti berusaha menjadi lebih baik.

 

Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah yang disampaikan dalam kajian malam itu.

 

“Kalau kita belum bisa menjalani agama dengan baik, setidaknya kita selalu berusaha mendekat kepada agama.”

 

Bagi Gus Romy, kedekatan dengan agama merupakan langkah penting. Sebab, seseorang yang terus berada di lingkungan dan suasana yang mendekatkannya kepada agama akan memiliki ruang untuk belajar, memperbaiki diri, dan perlahan membangun kebiasaan baik.

 

Pesan tersebut disampaikan dalam suasana yang ringan dan komunikatif, khas NCTC yang berusaha menghadirkan kajian keagamaan di ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

 

Ngaji yang Tidak Berjarak

 

Salah satu bagian yang membuat suasana semakin gayeng adalah sesi tanya jawab. Gus Romy Syib berdialog langsung dengan jamaah, termasuk bersama Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori.

 

Dialog berlangsung cair dan penuh keakraban. Jamaah tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, keresahan, dan pandangan mereka secara langsung.

 

Format seperti ini menjadi karakter penting Ngaji Cafe To Cafe, yakni menghadirkan kajian dengan suasana yang lebih terbuka, santai, dan tidak berjarak.

 

Konsep “Ngopi Bonus Ngaji” yang menjadi bagian dari identitas NCTC kembali terlihat dalam kegiatan tersebut: berkumpul, bersilaturahmi, menikmati suasana malam, sekaligus membawa pulang pesan-pesan keagamaan.

 

Dakwah di Tengah Kehidupan Masyarakat

 

Melalui kegiatan ini, NCTC kembali menunjukkan bahwa ruang dakwah tidak harus selalu berada di masjid, pesantren, atau majelis formal.

 

Cafe, ruang publik, dan tempat berkumpul masyarakat juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan pesan-pesan kebaikan.

 

Dengan semangat “Se-Tuhan, Se-Juta Jalan”, NCTC berupaya menjadikan dakwah lebih dekat dengan masyarakat tanpa kehilangan substansi keagamaannya.

 

Setelah sesi ngaji dan dialog, kegiatan kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan dan kembali dihibur dengan penampilan musik.

 

Malam itu, Cafe Senja bukan sekadar menjadi tempat berkumpul dan menikmati hiburan. Ia menjadi ruang untuk berhenti sejenak, berbincang, tertawa, bersholawat, berbagi dengan anak yatim, dan—yang paling penting—mengingat kembali jalan untuk mendekat kepada Allah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed