SIDOARJO,– Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2028 pada Rabu, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan usulan prioritas pembangunan yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi warga.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam Musrenbang tersebut adalah penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan dan perhatian masyarakat Kelurahan Sidokare. Permasalahan tersebut diharapkan mendapatkan perhatian serius melalui perencanaan pembangunan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Kegiatan Musrenbang dihadiri Camat Sidoarjo, M. Aziz Muslim, S.Sos., Kasi Pembangunan Kecamatan, Lurah Sidokare Hengky Dwi Wardana, S.E., beserta jajaran kepala seksi (Kasi) dan staf Kelurahan Sidokare. Turut hadir Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua LPMK, serta seluruh Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan Sidokare.
Dalam arahannya, Camat Sidoarjo, M. Aziz Muslim, S.Sos., menekankan pentingnya menyusun perencanaan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, setiap usulan harus dibahas secara cermat dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, manfaat, serta dampaknya terhadap kehidupan warga.
Ia juga menyoroti persoalan banjir yang perlu menjadi perhatian bersama dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Penanganan persoalan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, seluruh peserta Musrenbang diharapkan dapat mengedepankan musyawarah, menyampaikan aspirasi secara konstruktif, serta menyepakati usulan yang benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Lurah Sidokare, Hengky Dwi Wardana, S.E., menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2028 harus disusun berdasarkan kebutuhan riil warga dan kondisi lingkungan di wilayahnya.
Ia berharap setiap usulan yang disampaikan dalam forum tersebut benar-benar memiliki tingkat kepentingan yang tinggi, mendesak untuk ditangani, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyelaraskan aspirasi warga dengan arah kebijakan pembangunan, sehingga program yang diusulkan dapat disusun berdasarkan skala prioritas yang jelas dan realistis.
Pelaksanaan Musrenbang dipandu langsung oleh Dr. Suprayitno, M.Pd., selaku Kasi Pembangunan Kelurahan Sidokare. Dalam forum tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, dan usulan pembangunan yang dinilai penting bagi kemajuan wilayah.
Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bagian dari proses pembahasan bersama guna menentukan kebutuhan prioritas, termasuk penanganan banjir, peningkatan kualitas lingkungan, serta pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta didorong untuk berpartisipasi aktif agar hasil musyawarah dapat mencerminkan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Melalui Musrenbang Tahun Anggaran 2028 ini, diharapkan usulan yang telah dibahas dapat ditindaklanjuti melalui tahapan perencanaan pembangunan sesuai kewenangan, skala prioritas, dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Penanganan banjir di Kelurahan Sidokare diharapkan tidak berhenti sebatas menjadi usulan dalam forum Musrenbang, tetapi dapat diperjuangkan hingga masuk dalam program pembangunan yang terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang partisipasi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan wilayah. Dengan sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, unsur kewilayahan, dan masyarakat, pembangunan di Kelurahan Sidokare diharapkan semakin tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu menjawab persoalan yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga.(Sg)












