Surabaya, 31 Desember 2025 — Menutup rangkaian kegiatan tahun 2025, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) menggelar Muhasabah Akhir Tahun dan Doa Bersama sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai organisasi. Kegiatan berlangsung khidmat di Hall Shabah Nugraha, Kantor Dindik Jatim, Jalan Genteng Kali, Surabaya, Rabu (31/12).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, pegawai, serta keluarga besar Dinas Pendidikan Jawa Timur. Momentum muhasabah dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja selama setahun sekaligus meneguhkan kembali komitmen integritas dan kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan publik di bidang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam sambutannya menegaskan bahwa akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi, bukan hanya terhadap capaian program, tetapi juga terhadap nilai dan etika kerja yang dijalankan oleh seluruh insan pendidikan.
“Sepanjang tahun 2025, kita telah menjalankan berbagai program dan kebijakan pendidikan. Namun yang tak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga integritas dan kebersamaan dalam setiap prosesnya. Itulah fondasi utama agar pendidikan di Jawa Timur terus berkembang dan berdampak,” ujar Aries.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari struktur dan jabatan, melainkan dari soliditas, kepercayaan, serta nilai-nilai yang dijaga bersama oleh seluruh pegawai.
“Kita kuat bukan karena jabatan atau posisi. Kita kuat karena kebersamaan dan nilai integritas yang kita rawat bersama,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan muhasabah juga diisi dengan tausiah dan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. KH. Imam Hambali. Dalam ceramahnya, KH. Imam Hambali mengingatkan pentingnya keikhlasan dan niat baik dalam setiap bentuk pengabdian, khususnya bagi aparatur sipil negara dan tenaga kependidikan.
Ia menekankan bahwa setiap perbuatan akan menuai balasan sesuai dengan apa yang ditanamkan, sehingga setiap insan pendidikan diharapkan senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian dalam menjalankan amanah.
“Jika kita menanam kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kita tuai. Oleh karena itu, berbuat baiklah dalam setiap kesempatan dan kepada siapa pun,” pesannya.
Melalui kegiatan muhasabah akhir tahun ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap dapat memasuki tahun 2026 dengan semangat baru, integritas yang semakin kuat, serta kebersamaan yang kokoh. Dengan fondasi tersebut, Dindik Jatim optimistis mampu menghadirkan kebijakan dan program pendidikan yang semakin berkualitas dan berdampak bagi masyarakat Jawa Timur.(Yud)












