Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan yang berkesinambungan. Pada Senin (22/06), Lapas kembali melaksanakan pembelajaran ilmu tajwid serta pengajian hadits-hadits dalam kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah yang diikuti dengan antusias oleh warga binaan.
Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Reza Ramadhani Taufiqurrahman dari Kementerian Agama Kabupaten Banjar Kementerian Agama Kabupaten Banjar, yang memberikan bimbingan langsung terkait tata cara membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah tajwid, serta pemahaman makna hadits sebagai pedoman akhlak dan kehidupan sehari-hari.
Program pembinaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam membentuk karakter warga binaan agar tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pembinaan spiritual yang mampu menjadi bekal perubahan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Petugas Binadik, Ardian, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku warga binaan.
“Pembelajaran tajwid dan kajian hadits ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan akhlak. Kami melihat warga binaan semakin antusias dan menunjukkan perkembangan positif dalam proses pembinaan,” ujar Ardian.
Sementara itu, Ustadz Reza Ramadhani Taufiqurrahman menegaskan bahwa pembelajaran yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek teori, tetapi juga penanaman nilai-nilai spiritual agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, apa yang dipelajari di sini dapat menjadi bekal yang kuat bagi warga binaan. Al-Qur’an dan hadits bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga diamalkan sebagai pedoman hidup agar mereka bisa kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Warga binaan terlihat serius mengikuti setiap materi yang disampaikan, mulai dari praktik tajwid hingga pemahaman hadits pilihan. Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dapat terus memberikan dampak positif dalam membentuk pribadi yang lebih religius, disiplin, dan siap kembali berkontribusi di masyarakat. (ism).






