Banjarmasin, Catatanpublik.com –
Di balik kolam-kolam budidaya ikan lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Kelas IIA Banjarmasin, terdapat proses perawatan yang membutuhkan ketekunan dan perhatian setiap hari. Salah satunya melalui pemberian pakan secara rutin untuk memastikan ikan tumbuh dengan baik hingga siap dipanen.
Kegiatan pemberian pakan lele dilaksanakan Kamis (5/11) di area kolam budidaya perikanan SAE 1. Pemberian pakan menjadi salah satu tahapan penting dalam pemeliharaan ikan, karena kebutuhan nutrisi dan keteraturan waktu pemberian pakan turut memengaruhi pertumbuhan serta kondisi ikan.
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan mendapatkan pendampingan dari Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Ahmad Reynaldi. Pendampingan dilakukan untuk memastikan pemberian pakan sesuai kebutuhan serta memberikan pemahaman mengenai tata cara pemeliharaan ikan yang baik.
Ahmad Reynaldi menjelaskan bahwa pemberian pakan tidak sekadar menaburkan makanan ke kolam, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi ikan dan jumlah pakan yang diberikan.
“Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Kami juga mengarahkan Warga Binaan untuk memperhatikan respons ikan saat diberi pakan serta menjaga kebersihan kolam agar kondisi budidaya tetap terpelihara,” jelasnya.
Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa budidaya perikanan menjadi salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengelola usaha produktif.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan belajar memahami proses budidaya ikan dari perawatan hingga masa panen. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan produktif secara mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian terus diarahkan pada kegiatan yang memberikan keterampilan sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi.
“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Budidaya lele ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan tanggung jawab, ketekunan, dan konsistensi dalam menjalankan suatu pekerjaan,” tutur Kalapas.
Melalui budidaya perikanan di SAE 1, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Dari rutinitas sederhana seperti memberi pakan, Warga Binaan belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan proses, kepedulian, dan ketekunan. (Humas Lapas Banjarmasin)












