Karang Intan, Catatanpublik.com –
Melalui program Bengkel Body Repair, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengasah keterampilan otomotif warga binaan sekaligus menyiapkan bekal kemandirian melalui kegiatan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan membina warga binaan untuk mempelajari keterampilan perbaikan bodi kendaraan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian, Selasa (04/08/2026)
Bengkel Body Repair menjadi salah satu program unggulan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam mengembangkan potensi dan kemampuan kerja warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan yang memiliki minat di bidang otomotif mendapatkan pembelajaran praktik secara langsung dengan pendampingan dan pengawasan petugas.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan mempelajari berbagai tahapan pekerjaan body repair, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, mengidentifikasi tingkat kerusakan, melakukan perbaikan bagian bodi kendaraan, proses pendempulan, penghalusan permukaan, pengecatan, hingga tahap akhir penyelesaian pekerjaan. Setiap proses dilakukan dengan mengedepankan ketelitian, kedisiplinan, serta memperhatikan aspek keselamatan kerja.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan teknis dalam bidang otomotif, tetapi juga membentuk karakter kerja positif bagi warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam proses pekerjaan, warga binaan dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, ketekunan, kemampuan bekerja sama, serta komitmen dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yusron Rifki, menyampaikan bahwa Bengkel Body Repair menjadi salah satu wadah pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman kerja langsung kepada warga binaan melalui keterampilan di bidang otomotif.
“Melalui kegiatan Bengkel Body Repair ini, kami mendampingi dan mengawasi warga binaan dalam setiap tahapan pekerjaan agar berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Selain mempelajari keterampilan teknis seperti perbaikan bodi kendaraan, warga binaan juga dilatih untuk memiliki sikap disiplin, teliti, bertanggung jawab, dan mampu bekerja secara profesional. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yusron.
Yusron menambahkan bahwa pendampingan petugas dalam kegiatan kerja tidak hanya bertujuan memastikan pelaksanaan berjalan aman dan tertib, tetapi juga memberikan motivasi kepada warga binaan untuk terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Melalui program Bengkel Body Repair, warga binaan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, membangun kepercayaan diri, serta memiliki keterampilan yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial.
Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan Bengkel Body Repair, berinisial AD, menyampaikan bahwa program tersebut memberikan pengalaman baru dalam mempelajari keterampilan otomotif. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan cara memperbaiki kendaraan, tetapi juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bekerja.
“Melalui kegiatan Bengkel Body Repair ini, kami mendapatkan pengalaman baru dalam mempelajari perbaikan kendaraan. Kami belajar mulai dari proses pengerjaan hingga pentingnya ketelitian dan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan. Keterampilan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai bekal untuk masa depan,” ujar AD.
Pelaksanaan program Bengkel Body Repair menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya warga binaan. Program tersebut sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan yang mampu membangun keterampilan, sikap kerja, serta kesiapan warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Melalui berbagai program kegiatan kerja, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus membuka ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan diri, meningkatkan keterampilan, dan menghasilkan kegiatan yang bernilai produktif. Pembinaan kemandirian melalui Bengkel Body Repair diharapkan menjadi salah satu bekal nyata dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. (nta).






