SURABAYA — Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 yang diperingati pada 17 September menjadi momentum untuk merefleksikan arti pelayanan, disiplin, profesionalisme, keselamatan dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Dalam semangat “Terhubung, Melayani, Bergerak untuk Negeri”, Komunitas JAWARAH (Jaringan Wartawan Rahasia Analisis Hukum) menyoroti perjalanan pengabdian AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., yang sebelumnya bertugas di jajaran Reskrim hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Perjalanan tersebut bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi bagian dari proses membangun pengalaman, tanggung jawab dan kepercayaan dalam menjalankan tugas kepolisian.
DARI RESKRIM HINGGA KASATRESNARKOBA
Pengalaman di jajaran Reskrim menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan AKP Adik Agus Putrawan.
Ia pernah dipercaya sebagai Kanitreskrim Polsek Waru, Polresta Sidoarjo, posisi yang menuntut ketelitian, kecepatan merespons laporan masyarakat serta kemampuan menangani berbagai persoalan kriminalitas berdasarkan fakta dan ketentuan hukum.
Pada Januari 2026, perjalanan tugasnya memasuki babak baru. Ia dipercaya menjabat sebagai Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, menggantikan pejabat sebelumnya.
Tanggung jawab tersebut tentu tidak ringan. Pemberantasan narkotika membutuhkan ketegasan, profesionalisme, kemampuan penyelidikan, koordinasi serta integritas.
Di bawah kepemimpinannya, jajaran Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak tercatat melakukan sejumlah pengungkapan perkara narkotika.
Dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengungkap 23 kasus, mengamankan 27 tersangka dan menyita sabu dengan total berat 1.010,29 gram.
Selain penindakan, semangat pemberantasan narkoba juga perlu diimbangi pendekatan humanis. Masyarakat bukan hanya objek penegakan hukum, tetapi juga mitra penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika.
PRESTASI DI BIDANG OLAHRAGA
Selain tugas penegakan hukum, AKP Adik Agus Putrawan juga disebut dipercaya memimpin kontingen karate Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam Kejuaraan Karate Piala Kapolda Jawa Timur 2026.
Kontingen tersebut disebut berhasil meraih 18 medali, terdiri dari 6 emas, 6 perak dan 6 perunggu, serta tiga gelar Best of The Best.
Capaian tersebut menjadi bagian dari catatan pembinaan personel melalui olahraga, disiplin dan semangat berprestasi.
GUS HAR: SILATURAHMI TIDAK BOLEH MATIKAN KRITIK
Sementara itu, Gus Har mengungkapkan bahwa komunikasi dan silaturahmi dengan AKP Adik Agus Putrawan telah terjalin sejak yang bersangkutan masih bertugas di jajaran Reskrim.
Menurutnya, hubungan antara media dan aparat penegak hukum harus tetap berada dalam koridor profesional.
“Bagi saya, silaturahmi tetap harus dijaga. Tetapi profesionalitas tidak boleh hilang. Wartawan tetap harus kritis dan melakukan konfirmasi, sementara aparat tetap menjalankan tugas sesuai aturan,” ujar Gus Har.
Ia menegaskan, kedekatan komunikasi bukan berarti media kehilangan independensi.
Ketika ada prestasi, media memberikan apresiasi. Ketika ada persoalan, media melakukan klarifikasi. Ketika muncul informasi, media melakukan verifikasi.
JABATAN BOLEH BERGANTI, AMANAH TETAP SAMA
Gus Har menilai perjalanan AKP Adik Agus Putrawan dari jajaran Reskrim hingga menjadi Kasatresnarkoba merupakan proses pengabdian yang diwarnai pengalaman dan tanggung jawab.
“Jabatan bisa berubah. Tempat tugas bisa berubah. Pangkat dan tanggung jawab bisa bertambah. Tetapi prinsip pengabdian kepada masyarakat harus tetap sama,” katanya.
Menurutnya, ketegasan dalam memberantas narkoba harus tetap berjalan bersama profesionalisme, pendekatan humanis dan kepatuhan terhadap hukum.
“Yang paling penting, setiap tindakan harus berdasarkan hukum dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
HARHUBNAS: BUKAN SEKADAR SEREMONIAL
Momentum Harhubnas ke-55 Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui pelayanan publik yang semakin baik, disiplin, keselamatan, profesionalisme dan integritas.
Perjalanan AKP Adik Agus Putrawan menjadi salah satu gambaran bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijawab dengan tanggung jawab.
Bagi Gus Har, silaturahmi tidak harus mematikan kritik, dan kritik tidak harus memutus silaturahmi.
Sebab media dan aparat memiliki fungsi berbeda, namun sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menghormati kepentingan masyarakat.
Jabatan boleh berganti. Tempat tugas boleh berpindah. Tanggung jawab boleh semakin besar. Tetapi integritas dan pengabdian kepada masyarakat tidak boleh ikut berubah.
Selamat memperingati Hari Perhubungan Nasional ke-55 Tahun 2026.
Terhubung. Melayani. Bergerak untuk Negeri.
JAWARAH — Jaringan Wartawan Rahasia Analisis Hukum.







