Surabaya — “Memanusiakan manusia” bukan sekadar kalimat, melainkan sebuah prinsip kemanusiaan yang menegaskan bahwa setiap individu berhak diperlakukan dengan adil, hormat, dan penuh empati. Prinsip ini menjadi landasan berbagai gerakan sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok keagamaan yang memperjuangkan harkat dan martabat manusia.
Di Kota Surabaya, spirit tersebut tampak nyata dalam aktivitas sosial yang dilakukan Anugrah Prasetyo, atau yang akrab disapa Cak Oga. Gerakan sosial yang sudah ia jalankan sejak lama kini semakin gencar dan tertata, terutama melalui program berbagi nasi bungkus atau nasi kotak, serta pembagian sembako yang selalu diupayakan tepat sasaran. Prinsip ketepatan sasaran ini penting, karena bantuan yang sampai pada mereka yang benar-benar membutuhkan dapat langsung mengurangi beban kemiskinan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Tak hanya sebatas memberikan bantuan pangan, Cak Oga juga melakukan pendampingan terhadap masyarakat di berbagai sektor, seperti:
💫Pengembangan UMKM,
💫Pendampingan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,
💫Fasilitasi akses kesehatan, termasuk membantu warga mendapatkan BPJS Kesehatan,
💫Serta dukungan lain untuk membantu masyarakat bangkit secara mandiri.
Banyak warga yang merasakan langsung manfaat dari gerakan ini—salah satunya mereka yang menerima rombong usaha gratis sehingga dapat mulai berjualan untuk menambah pendapatan keluarga.
Dalam kegiatan berbagi setiap hari Jumat, Cak Oga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengambil keuntungan dari amanah yang diberikan para dermawan. Ia menyebut bahwa kepuasannya bukan pada materi, melainkan ketika melihat semakin banyak orang mau saling peduli, saling menyayangi, dan saling menguatkan antar sesama.
Di tengah aktivitas sosialnya yang padat, tantangan tak jarang muncul. Ada pihak-pihak yang memusuhi atau menaruh curiga hanya karena para pemberi amanah dianggap berasal dari kelompok tertentu. Namun, Cak Oga memilih tetap fokus pada tujuan utamanya: membantu masyarakat tanpa melihat latar belakang, tanpa kepentingan politik, dan tanpa membawa bendera organisasi apa pun.
“Gerakan ini murni panggilan hati,” ujar Cak Oga dalam beberapa kesempatan. Ia menegaskan bahwa aktivitas sosialnya tidak berada di bawah partai politik, ormas, maupun LSM mana pun. Semuanya dilakukan secara pribadi dan konsisten sejak bertahun-tahun.
Gerakan sosial seperti yang dilakukan Cak Oga adalah contoh nyata bahwa nilai memanusiakan manusia masih hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebuah teladan bahwa kebaikan, jika dilakukan dengan ketulusan, akan selalu menemukan jalannya dan menyentuh banyak hati. (Red)










