Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menempuh pendidikan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C. Untuk menjaga keteraturan dan kualitas pembelajaran, Lapas menggelar rapat tutor bersama petugas yang bertugas sebagai pengajar dalam program pendidikan kesetaraan hasil kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan pada Selasa (3/11/2026).
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Fitrian Noor, bersama Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Eddy Permana, memimpin langsung rapat tersebut. Pertemuan ini membahas kesiapan tenaga pengajar, penyusunan jadwal belajar, serta pembagian tugas tutor untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran Paket B dan Paket C bagi warga binaan.
Salah satu agenda utama rapat ialah menyusun jadwal pembelajaran dengan mempertimbangkan ketersediaan tutor, mata pelajaran, dan agenda pembinaan di dalam Lapas. Pengaturan tersebut membantu para pengajar menyesuaikan waktu mengajar dengan tanggung jawab masing-masing sehingga warga binaan dapat mengikuti kegiatan belajar secara teratur dan memperoleh pendampingan sesuai mata pelajaran.
Para peserta juga membahas penambahan tutor dari kalangan petugas Lapas untuk menggantikan pengajar sebelumnya. Langkah ini memungkinkan Lapas menjaga ketersediaan tenaga pengajar sekaligus membagi tanggung jawab pembelajaran secara lebih proporsional. Melalui keterlibatan petugas, Lapas mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki untuk mendukung hak warga binaan dalam memperoleh pendidikan.
Pembahasan berikutnya mencakup pembagian tugas pengajar, penyesuaian materi dengan kurikulum pendidikan kesetaraan, serta pemantauan perkembangan belajar warga binaan. Kesepahaman mengenai hal-hal tersebut diharapkan membantu setiap tutor menjalankan tanggung jawab secara optimal dan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala Seksi Binadik, Fitrian Noor, menyampaikan bahwa Lapas berupaya menjaga kualitas pendidikan kesetaraan melalui kesiapan tenaga pengajar dan pengelolaan pembelajaran yang terencana.
“Rapat ini menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman mengenai jadwal, pembagian tugas, dan kesiapan para tutor. Kami ingin memastikan kegiatan pembelajaran terus berjalan dengan baik sehingga warga binaan mendapatkan pendampingan pendidikan yang terarah dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Kepala Subseksi Bimkemaswat, Eddy Permana, menambahkan bahwa peran tutor sangat penting dalam mendukung perkembangan pengetahuan warga binaan selama mengikuti pendidikan kesetaraan.
“Kami berharap para tutor dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan peserta didik. Melalui pembelajaran yang terarah dan berkesinambungan, warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, dan menyelesaikan pendidikan yang mereka tempuh,” ungkapnya.
Salah satu tutor, Alyssa Royani, menyampaikan kesiapannya untuk berkontribusi dalam kegiatan pendidikan tersebut. Ia menilai keterlibatan petugas sebagai pengajar memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendukung warga binaan mengembangkan potensi diri.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami agar warga binaan semakin bersemangat mengikuti setiap mata pelajaran. Harapannya, ilmu yang mereka peroleh dapat menambah wawasan, meningkatkan kemampuan, dan menjadi bekal positif ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Melalui rapat ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menjaga kualitas pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan, memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri, serta mempersiapkan mereka agar memiliki pengetahuan dan kemampuan yang bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat. (nta).






