BANJARMASIN, catatanpublik.com-
Pemanfaatan limbah organik menjadi kegiatan produktif merupakan salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan dalam pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Melalui budidaya maggot, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diperkenalkan pada proses pengolahan bahan organik sekaligus peluang pemanfaatannya dalam kegiatan produktif.
Dalam pelaksanaannya, WBP mempelajari tahapan budidaya, mulai dari menyiapkan media, mengelola bahan organik yang sesuai, menjaga kebersihan tempat pemeliharaan, hingga memantau perkembangan maggot. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara tepat. Maggot juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk sejumlah jenis ternak dan ikan sesuai kebutuhan.
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian perlu mendorong WBP untuk mengenali peluang dari berbagai potensi di sekitarnya.
“Melalui budidaya maggot, kami berharap WBP memperoleh keterampilan yang bermanfaat sekaligus memahami pentingnya pengelolaan limbah organik. Pengetahuan ini diharapkan dapat menumbuhkan pola pikir produktif dan membuka peluang kegiatan usaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan yang menggabungkan keterampilan kerja, pemanfaatan sumber daya, dan kepedulian terhadap lingkungan. (HUMAS LAPAS BANJARMASIN)










