Lapas Banjarmasin Panen 120,18 Kg Kangkung di SAE 2, Hasilnya Diserap Vendor untuk Kebutuhan Dapur

Banjarmasin, Catatanpublik.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin memanen 120,18 kilogram kangkung dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 pada Rabu (21/10). Hasil panen dari lahan berukuran 26 meter x 1 meter tersebut dibeli vendor untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian yang menghasilkan produk bernilai guna dan ekonomi.

Kegiatan panen melibatkan Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, petugas Giatja Muttaqin Akbar dan Riyan Ramadhan, serta warga binaan. Mereka terlibat langsung dalam proses panen kangkung yang telah melalui tahapan budidaya hingga siap dimanfaatkan.

Obi Noverianda menjelaskan bahwa budidaya kangkung dilaksanakan melalui serangkaian tahapan teknis, mulai dari penyiapan lahan, penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga panen. Setiap tahap menjadi bagian dari pembelajaran praktik bagi warga binaan untuk memahami proses budidaya secara menyeluruh.

“Prosesnya dimulai dari menyiapkan lahan, menyemai bibit, merawat tanaman secara rutin, sampai akhirnya bisa dipanen. Warga binaan ikut terlibat langsung dalam setiap tahapan supaya mereka memahami cara budidaya kangkung dengan baik,” jelas Obi.

Ia menambahkan, hasil panen sebanyak 120,18 kilogram tersebut dibeli vendor untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas. Penyerapan hasil pertanian ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil kerja warga binaan secara produktif.

Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian di bidang pertanian merupakan salah satu upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Pembinaan kemandirian kami dorong agar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Melalui kegiatan pertanian, mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad.

B, salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku senang dapat terlibat dalam proses budidaya hingga panen kangkung.

“Senang ikut kegiatan ini. Kami belajar merawat tanaman dari awal sampai bisa dipanen. Rasanya puas melihat hasilnya, apalagi kangkung yang kami rawat bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas,” ungkap B.

Melalui panen kangkung di SAE 2, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan program pertanian sebagai sarana pembelajaran keterampilan sekaligus menghasilkan komoditas yang bermanfaat. Hasil panen yang diserap untuk kebutuhan dapur lapas juga menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian dapat memberikan nilai tambah melalui pengelolaan hasil pertanian secara produktif. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *