Banjarmasin, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan olahraga. Salah satunya melalui latihan rutin bulu tangkis yang diikuti sejumlah warga binaan dengan didampingi Petugas Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Erick Simanjuntak, Jumat (30/10).
Latihan kali ini difokuskan pada peningkatan kemampuan dasar bermain bulu tangkis. Kegiatan diawali dengan latihan fisik untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kesiapan tubuh sebelum memasuki latihan teknik.
Selanjutnya, warga binaan melakukan latihan langkah kaki (footwork) untuk melatih posisi dan pergerakan kaki saat menjangkau arah datangnya bola. Latihan juga dilanjutkan dengan teknik servis, khususnya mengarahkan bola agar lebih tepat dan terkontrol.
Petugas Subseksi Bimkemaswat, Erick Simanjuntak, menjelaskan bahwa latihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian pada kemampuan dasar setiap peserta.
“Latihan kali ini kami fokuskan pada kebugaran fisik, teknik langkah kaki, serta kemampuan melakukan servis. Dasar-dasar ini penting untuk membangun kelincahan, ketepatan gerakan, dan kemampuan bermain bulu tangkis. Kami berharap warga binaan dapat terus berlatih sehingga kemampuan mereka semakin berkembang,” ujar Erick.
Kasubsi Bimkemaswat, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa kegiatan olahraga menjadi salah satu bagian dari pembinaan kepribadian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi diri melalui aktivitas positif.
“Kami berupaya memfasilitasi berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat warga binaan. Melalui olahraga bulu tangkis, mereka tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, sportivitas, dan kebersamaan. Pembinaan seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat positif selama mereka menjalani masa pembinaan,” ungkap Ansyari.
Secara terpisah, Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian harus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan serta membangun kebiasaan hidup sehat.
“Kami mendukung kegiatan positif seperti olahraga karena pembinaan tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi juga mencakup kesehatan jasmani, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi. Harapannya, kebiasaan baik yang dibangun melalui kegiatan ini dapat terus dipertahankan dan menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.
Sementara itu, salah seorang warga binaan berinisial MS mengaku senang dapat mengikuti latihan bulu tangkis secara rutin. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kemampuan bermain.
“Saya senang bisa mengikuti latihan ini karena selain membuat badan lebih sehat, kami juga bisa belajar teknik bermain bulu tangkis dengan benar. Latihan langkah kaki dan servis sangat membantu kami memperbaiki permainan. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan agar kemampuan kami semakin baik,” tutur MS.
Melalui pembinaan kepribadian bidang olahraga, Lapas Banjarmasin terus mendorong warga binaan untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif, menjaga kesehatan jasmani, serta mengembangkan minat dan bakat selama menjalani masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)








