Banjarmasin, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin bersinergi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Azzahra dalam mendukung pendidikan kesetaraan bagi warga binaan. Kali ini, peserta Paket B mengikuti pembelajaran Seni Budaya dengan materi Makna Budaya Tradisi, Sabtu (24/10).
Pembelajaran dibimbing oleh tutor PKBM Azzahra, Noor Ifansyah, S.Pd. Materi yang disampaikan mengajak warga binaan memahami makna budaya tradisi, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Kasi Binadik Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menyampaikan bahwa pendidikan kesetaraan tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga membangun pemahaman dan karakter warga binaan.
“Melalui pembelajaran Seni Budaya, warga binaan diharapkan dapat mengenali nilai-nilai positif dalam tradisi masyarakat dan memahami pentingnya menghargai keberagaman budaya. Materi ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas wawasan mereka,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa sinergi dengan lembaga pendidikan eksternal merupakan salah satu upaya mendukung pembinaan yang berkelanjutan.
“Kami terus mendorong pemenuhan hak pendidikan warga binaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu membangun karakter, menanamkan nilai-nilai positif, dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali berperan secara baik di tengah masyarakat,” tegas Kalapas.
Salah satu warga binaan peserta Paket B berinisial Z mengaku mendapatkan pengetahuan baru melalui pembelajaran tersebut.
“Dari materi ini, saya jadi lebih memahami bahwa tradisi bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga memiliki nilai dan makna yang perlu dijaga. Saya senang bisa mengikuti pembelajaran karena menambah pengetahuan dan membuat saya lebih menghargai budaya sendiri,” ungkapnya.
Melalui sinergi dengan PKBM Azzahra, Lapas Banjarmasin terus mendukung akses pendidikan kesetaraan bagi warga binaan sebagai bekal meningkatkan pengetahuan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)












