Kepulauan Sumenep Butuh Perhatian, Infrastruktur Lemah Ancam Ketahanan Pangan

 

Cacatanpublik.com– Wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,

khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan masyarakat.

Sejumlah pulau seperti Raas, Sepudi, Kangean, Sapeken, dan Masalembu

hingga kini menghadapi persoalan mendasar berupa infrastruktur jalan yang rusak dan minim konektivitas.

Kondisi tersebut menghambat distribusi bahan pangan serta membatasi akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Ketua DPD PWRI Jawa Timur, Ridwan, menegaskan bahwa lemahnya infrastruktur menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan di wilayah kepulauan.

Menurutnya, empat pilar utama ketahanan pangan—ketersediaan,

“keterjangkauan, pemanfaatan, dan kestabilan—belum terpenuhi secara optimal.

“Banyak jalan di kepulauan dalam kondisi rusak dan berlubang, bahkan menjadi kubangan saat hujan.

Ini sangat menghambat distribusi pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Ridwan, Selasa (17/03/2026).

Ia menjelaskan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasokan, tetapi juga menyangkut kualitas, keamanan,

serta kemudahan akses masyarakat terhadap pangan yang bergizi dan terjangkau.

Ridwan juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur, anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Madura,

serta anggota DPR RI untuk segera turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi riil masyarakat di kepulauan.

Selain itu, ia mempertanyakan kinerja para wakil rakyat yang dinilai belum maksimal dalam memperjuangkan pembangunan di wilayah tersebut.

Program pokok pikiran (pokir) dan kegiatan reses dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat kepulauan.

Lebih lanjut, Ridwan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk turut menyoroti kinerja para legislator jika ditemukan adanya dugaan penyimpangan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan konektivitas harus menjadi prioritas utama, baik konektivitas fisik melalui infrastruktur transportasi maupun konektivitas digital untuk mendukung akses informasi dan ekonomi.

“Kepulauan bukan hanya bagian administratif dari Jawa Timur, tetapi juga memiliki nilai strategis.

Wilayah seperti Raas, Sepudi, Kangean, Sapeken, dan Masalembu harus menjadi prioritas dalam pemerataan pembangunan,” tegasnya.

 

Di akhir pernyataannya, Ridwan mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi kinerja para wakil rakyat agar pembangunan dapat berjalan transparan dan tepat sasaran.

 

Dengan perhatian serius dari pemerintah dan dukungan pengawasan publik,

diharapkan persoalan infrastruktur di kepulauan Sumenep dapat

segera teratasi sehingga ketahanan pangan masyarakat dapat terjamin secara berkelanjutan.(Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *