Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan ruang kepada warga binaan Nasrani untuk mengikuti kebaktian sebagai bagian dari pembinaan kepribadian. Warga binaan mengikuti kebaktian di lingkungan Lapas, Selasa (6/10/2026), dengan mendengarkan penyampaian firman Tuhan dari Pendeta Ester Waty.
Melalui kebaktian tersebut, warga binaan menerima pesan tentang pentingnya memperbarui cara berpikir dan menata kehidupan. Pendeta Ester mengangkat Roma 12:2 sebagai dasar renungan dan mengajak warga binaan merefleksikan sikap serta kebiasaan yang mereka jalani selama mengikuti proses pembinaan.
Pendeta Ester Waty menyampaikan bahwa perubahan dapat dimulai dari kemauan untuk melihat kehidupan dengan cara pandang yang lebih baik. Menurutnya, cara berpikir yang positif dapat membantu seseorang menentukan sikap, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana.
“Perubahan dapat kita mulai dari cara berpikir. Ketika kita mau memperbarui pola pikir, kita dapat melihat kehidupan dengan lebih baik dan menentukan langkah yang membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Ester.
Pesan tersebut mengajak warga binaan memanfaatkan masa pembinaan untuk membangun kebiasaan yang bermanfaat. Mereka dapat menerapkannya melalui sikap yang lebih tertib, pengendalian diri, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana dalam menjalani keseharian.
Petugas yang mengawasi kegiatan pembinaan kepribadian, Erpan Wijaya Kusuma, mengatakan Lapas memberikan ruang kepada warga binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus mengambil nilai positif yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami memberikan ruang agar warga binaan dapat menjalankan ibadah sekaligus mengambil nilai yang dapat diterapkan dalam keseharian. Pesan yang mereka peroleh diharapkan membantu membentuk kebiasaan yang lebih baik dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujar Erpan.
Kebaktian juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan refleksi terhadap sikap dan pilihan yang mereka jalani. Melalui kegiatan tersebut, mereka dapat menata kembali tujuan, mengembangkan kebiasaan positif, dan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Kegiatan keagamaan menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang mendukung warga binaan dalam mengembangkan nilai dan kebiasaan positif.
Melalui pesan yang mereka terima dalam kebaktian, warga binaan diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, menjaga hubungan dengan sesama, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat. (nta).









