Kasus Pencurian di Kenjeran Disorot: Bukti Lengkap, Respons Dinilai Lamban, Warga Minta Pelaku Segera Ditangkap

 

SURABAYA ,– Kasus pencurian dengan modus pembobolan rumah kembali terjadi di wilayah Kenjeran, Surabaya, dan menuai sorotan tajam dari masyarakat. Seorang warga berinisial SF menjadi korban setelah rumahnya yang berada di Jalan Randu Agung Gang II No. 16B, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran dibobol maling.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, saat pelaku berhasil masuk ke dalam rumah dan menggondol sebuah handphone iPhone milik korban.

 

Berdasarkan laporan resmi dengan nomor:

LP/B/119/IV/2026/SPKT/Polsek Kenjeran/Polres Pelabuhan Tanjung Perak/Polda Jawa Timur, korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian pada pukul 19.00 WIB.

 

Saat dikonfirmasi oleh media RajawaliKompas.com, SF mengungkapkan kronologi yang membuatnya semakin resah.

 

Beberapa jam setelah laporan dibuat, tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB, korban menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku telah membeli handphone miliknya. Orang tersebut bahkan meminta uang tebusan dengan dalih akan mengirimkan kembali ponsel melalui jasa ojek online.

 

Tidak tinggal diam, korban langsung melacak perangkatnya melalui fitur pelacakan dan mendapati lokasi handphone berada di kawasan Bulak Banteng, Surabaya.

 

Dengan harapan pelaku dapat segera diamankan, korban kembali mendatangi Polsek Kenjeran untuk meminta pendampingan aparat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.

 

“Saya ini masyarakat kecil, Pak. Bukan soal harga HP, tapi takut kejadian ini terulang. Ini sudah yang kedua kali rumah saya dibobol,” ujar SF dengan nada kecewa.

 

Korban juga menegaskan bahwa dirinya telah mengantongi bukti yang cukup kuat, mulai dari rekaman CCTV yang jelas, plat nomor kendaraan pelaku, hingga lokasi terkini barang curian. Namun, ia mempertanyakan lambannya respons awal dari aparat.

 

“CCTV jelas, plat nomor jelas, lokasi jelas. Tapi kenapa penanganannya tidak cepat?” tambahnya.

 

Seiring berkembangnya kasus, penanganan akhirnya diambil alih oleh Unit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Berdasarkan informasi dari korban, pelaku pencurian tersebut diduga masih berkeliaran di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, sehingga menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

 

Korban pun mendesak pihak kepolisian agar segera bertindak tegas.

 

“Saya minta pelaku segera ditangkap. Jangan sampai ada korban berikutnya,” tegasnya.

 

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi aparat penegak hukum untuk meningkatkan respons cepat terhadap laporan masyarakat, terlebih ketika bukti awal sudah sangat kuat. Keamanan dan rasa aman warga menjadi taruhan apabila penanganan tidak dilakukan secara sigap dan profesional.((Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *