Cacatanpublik.com //Keberanian Kombes Pol. Ongky Isgunawan, S.I.K., Kepala Kepolisian Resor Manokwari, dalam memberantas perjudian di wilayah hukumnya tampaknya sedang diuji. Pasalnya, himbauan dari Kapolri untuk memerangi segala bentuk penyakit masyarakat hingga saat ini dinilai belum membuahkan hasil yang nyata.
Hal ini terlihat dari masih maraknya praktik perjudian jenis tebak angka yang dijual bebas di rumah-rumah warga dan tempat keramaian lain di seluruh Manokwari. Berdasarkan keterangan salah seorang warga, terdapat 5 jenis permainan yang beroperasi setiap hari: “Dalam sehari ada Lima kali hasil Perputaran yaitu dari jam 14.00 WIB Sampai Jam 1 Dini Hari WIB.
Dari pengamatan di lapangan, muncul dugaan adanya kerja sama terselubung antara bandar judi dan oknum penegak hukum setempat,Beredar informasi di masyarakat bahwa terdapat aliran uang berupa setoran rutin dari para bandar Asal Cina Luis kepada pihak-pihak tertentu, sehingga praktik ini terasa sulit diberantas dan seolah-olah “tidak bisa disentuh” oleh hukum.
Hal ini terlihat dari kurangnya rasa takut para pelaku dalam menjalankan aktivitasnya, meskipun pihak kepolisian telah beberapa kali melakukan penertiban terhadap penyakit masyarakat Semua itu hanya formalitas saja.
Terdapat pula isu yang berkembang di masyarakat yang menyebutkan bahwa Kapolresta Manokwari terkesan enggan memberantas perjudian,
diduga karena adanya intervensi dan perlindungan dari oknum berseragam yang lebih tinggi pangkatnya, Akibat adanya dugaan setoran tersebut, para pelaku dianggap kebal hukum dan sulit ditindak tegas.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat meminta agar Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Irjen Alfred Papare S.I.K. turun tangan langsung.
Masyarakat mendesak agar ditangkap para oknum yang diduga menjadi otak utama, antara lain Bos Asal Cina Luis, Koordinator Penanggung Jawab Lapangan Carles Serta Ibu ReRe yang disebut sebagai pengepul Di daerah Tersebut.
Tempat peredaran togel dilaporkan tersebar luas, meliputi Pasir Putih, Transito, Sowi 1, Sowi Marampa, Amban, Arowi, dan hampir seluruh wilayah Kota Manokwari.
Warga berharap praktik ini segera diberantas hingga ke akar-akarnya, termasuk mengusut dugaan aliran uang setoran tersebut,
agar tidak terus meresahkan warga agar nilai-nilai kearifan lokal dan budaya adat yang telah diwariskan turun-temurun dapat tetap terjaga.(Rah)











