
Tuban – Kapolres Tuban AKBP Alaiddin bersama Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Pasar Baru Tuban, Kamis (22/04) pagi.
Kehadiran keduanya merupakan bentuk respons cepat pemerintah dan aparat kepolisian dalam memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mempercepat penanganan pascakebakaran.
Dalam keterangannya, Bupati Tuban menyampaikan bahwa proses pemadaman berlangsung cepat berkat sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta dukungan sejumlah pihak swasta. Kebakaran yang diketahui terjadi sekitar pukul 03.10 WIB tersebut berhasil dikendalikan pada pukul 04.30 WIB.
“Berkat kolaborasi seluruh pihak, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih satu jam tiga puluh menit,” ujar Bupati.

Data sementara mencatat sebanyak 41 kios terdampak kebakaran, dengan total kepemilikan oleh 15 pedagang. Saat ini, pihak kepolisian masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Setelah proses tersebut rampung, area pasar akan segera dibersihkan.
Pemerintah Kabupaten Tuban juga menegaskan komitmennya untuk segera memulihkan aktivitas ekonomi para pedagang. Salah satu langkah cepat yang disiapkan adalah penyediaan tenda darurat sebagai lokasi sementara agar para pedagang tetap dapat berjualan.
Terkait kerugian, estimasi awal mencapai Rp200 juta hingga Rp250 juta. Namun angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan detail terhadap modal dan barang dagangan para pedagang masih berlangsung.
“Ke depan, pemerintah akan melakukan penataan ulang area pasar dengan melibatkan para pemilik kios,” tambahnya.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat Pasar Baru Tuban tercatat telah tiga kali mengalami insiden kebakaran di lokasi berbeda.
Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Alaiddin menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena masih menunggu hasil penyelidikan dari Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
“Setelah olah TKP selesai dan hasil dari tim forensik keluar, baru akan kami sampaikan penyebab awalnya,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara yang telah disinkronkan dengan pemerintah daerah, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian yang terjadi masih sebatas material dan jumlah pastinya masih dalam proses pendataan.
“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil yang masih kami cek kembali,” imbuhnya.
Untuk penanganan di lapangan, sekitar 35 personel gabungan telah diterjunkan guna membantu pengamanan lokasi, proses pemadaman, serta persiapan olah TKP sambil menunggu kedatangan tim forensik.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan tidak memasuki area pasar sebelum ada izin resmi dari petugas, demi menjaga keselamatan bersama. (Red)







