Surabaya 16 Agustus 2025– Program Kampung Pancasila yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi berjalan sejak 11 Agustus 2025. RW 9 Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, menjadi salah satu wilayah yang dipercaya menerapkan konsep ini dengan fokus pada empat bidang, yakni lingkungan, kemasyarakatan, sosial budaya, dan ekonomi.
Lurah Rangkah, Jefri Arditya Pamungkas, mengatakan program tersebut tidak hanya menjadi wadah kegiatan warga, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat. “Kampung Pancasila ini menghidupkan kembali semangat gotong royong warga. Ada kepedulian sosial yang nyata sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Salah satu program yang menjadi tulang punggung adalah Bank Sampah. Hampir semua RW di Kelurahan Rangkah kini memiliki bank sampah yang dikelola warga secara mandiri. Sampah rumah tangga dipilah, dikumpulkan, lalu dijual ke pengepul. Hasil penjualan kemudian dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan bersama.
“Bank sampah ini murni inisiatif warga. Mereka kompak mengelola sampah dan hasilnya kembali kepada masyarakat,” jelas Jefri.
Selain itu, terdapat pula Kampung Jahit Kabaya Rangka yang lahir dari aspirasi warga. Program ini memberdayakan ibu rumah tangga yang memiliki keterampilan menjahit namun sebelumnya terkendala modal dan peralatan. Dengan dukungan Baznas dan Bangga Surabaya Peduli, mesin jahit disediakan sehingga puluhan warga kini tergabung dalam kelompok usaha tersebut.
“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan sejak Juni 2025. Kini beberapa pesanan jahitan sudah mulai masuk,” tambahnya.
Menurut Jefri, mayoritas peserta program adalah keluarga miskin dan pra-miskin. Dengan adanya kegiatan produktif, mereka tidak hanya bisa menambah penghasilan, tetapi juga berdaya dalam meningkatkan taraf hidup.
Lebih lanjut, Jefri menjelaskan bahwa Kampung Pancasila di Rangkah juga terintegrasi dengan program Kampung Madani, yang mendorong masyarakat sejahtera membantu warga kurang mampu. Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan dalam pemberian seragam sekolah, uang saku, hingga bantuan biaya pendidikan.
“Harapannya, manfaat Kampung Pancasila tidak hanya dirasakan di bidang ekonomi, tapi juga dalam aspek keamanan dan solidaritas sosial antar warga,” pungkasnya.(Yud)












