SURABAYA — Beban biaya hidup yang terus dirasakan masyarakat mendorong munculnya gagasan agar warga mulai membangun kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari air bersih, air minum, energi hingga penggunaan listrik, masyarakat dinilai perlu mencari solusi yang lebih hemat dan terjangkau.
Gus Har menyampaikan, masyarakat tidak boleh selamanya bergantung pada sistem pelayanan yang dinilai belum sepenuhnya memberikan kepuasan kepada konsumen. Menurutnya, kemandirian bukan berarti melawan pemerintah, tetapi menjadi langkah agar masyarakat memiliki pilihan dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber pelayanan.
“Sudah cukup masyarakat dibebani biaya hidup yang tinggi. Kalau ada teknologi dan peralatan sederhana yang bisa membantu menyediakan air bersih, air minum atau menghemat energi dengan biaya terjangkau, kenapa tidak kita kembangkan secara mandiri?” ujar Gus Har.
Sorotan juga diarahkan terhadap pelayanan air PDAM yang selama ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Keluhan mengenai kualitas air, biaya, serta pelayanan kepada konsumen, menurut Gus Har, harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pengelola layanan.
Ia menegaskan, air bersih bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, konsumen harus mendapatkan pelayanan yang layak, transparan, aman, dan berkualitas.
“Kalau masyarakat sudah puluhan tahun bergantung pada pelayanan air, tentu pelayanan harus semakin baik. Jangan sampai masyarakat merasa dirugikan atau tidak mendapatkan haknya sebagai konsumen,” tegasnya.
Gus Har juga mengajak masyarakat untuk mulai berpikir kreatif menciptakan atau menggunakan peralatan yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya lebih murah, termasuk teknologi pengolahan air bersih dan air minum yang aman serta memenuhi standar kesehatan.
Menurutnya, kemandirian ekonomi rumah tangga dapat menjadi salah satu jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih hemat, mandiri dan sejahtera.
“Harapan saya, masyarakat jangan mudah dibohongi dan jangan pasrah. Kita harus cerdas, mandiri dan mampu mencari solusi. Pemerintah tetap harus hadir memberikan pelayanan terbaik, sementara masyarakat juga harus diberdayakan agar mampu hidup lebih mandiri,” pungkas Gus Har.
Gagasan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi di tengah masyarakat sehingga kebutuhan dasar dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih terjangkau, tanpa mengabaikan standar kesehatan, keselamatan dan ketentuan yang berlaku.(Red)










