Cacatanpublik.com // Suasana ruang rapat di DPRD Jawa Timur tampak berbeda dari biasanya. Puluhan siswa MAIT Insan Kamil Sidoarjo hadir bukan untuk menyuarakan aspirasi, melainkan untuk belajar langsung tentang peran dan fungsi wakil rakyat dalam sistem demokrasi daerah, Jumat (13/2/2026).
Sebanyak 40 siswa kelas XI mengikuti kunjungan edukatif yang menjadi bagian dari pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Mereka diterima oleh Ketua Fraksi PKS Jatim, Lilik Hendarwati, yang memaparkan secara rinci tugas pokok dan fungsi DPRD, mulai dari legislasi, penganggaran, hingga pengawasan.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, para siswa menunjukkan sikap kritis dengan mengajukan beragam pertanyaan. Mereka menyoroti proses pembentukan peraturan daerah, pembahasan anggaran, hingga mekanisme dewan dalam menindaklanjuti persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
“Anak-anak ini luar biasa. Pertanyaannya tajam dan menunjukkan kepedulian terhadap kebijakan publik. Ini menandakan generasi muda kita punya semangat untuk memahami politik secara lebih substansial,” ujar Lilik.
Ia menekankan pentingnya literasi politik sejak dini agar generasi muda tidak hanya memperoleh informasi secara sepihak dari media sosial,
“tetapi juga memahami secara langsung bagaimana proses pengambilan keputusan di lembaga legislatif berlangsung.
“Dengan datang langsung ke DPRD, mereka bisa melihat bahwa setiap kebijakan melalui proses pembahasan yang panjang dan melibatkan berbagai pertimbangan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MAIT Insan Kamil Sidoarjo, Ahmad Novi Ubaidillah, menyampaikan bahwa kunjungan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual kepada siswa.
Menurutnya, memahami teori di kelas perlu dilengkapi dengan observasi langsung ke lembaga negara.
“Di kelas mereka belajar tentang sistem pemerintahan dan fungsi lembaga legislatif. Di sini mereka bisa melihat praktiknya secara nyata, berdialog langsung dengan anggota dewan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian siswa telah berusia 17 tahun dan memiliki hak pilih dalam Pemilu.
Oleh karena itu, pendidikan politik yang benar dinilai penting agar mereka mampu menggunakan hak suaranya secara bijak dan bertanggung jawab.
Kunjungan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa tak hanya menyimak, tetapi aktif berdiskusi
serta mencatat berbagai poin penting terkait peran DPRD dalam merumuskan kebijakan daerah dan mengawal aspirasi masyarakat Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh generasi muda yang tidak apatis terhadap politik, melainkan memahami demokrasi sebagai ruang partisipasi yang harus dijaga bersama.(Yud)







