Karang Intan, Catatanpublik.com –
Sebanyak 16 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Program Pendidikan Kesetaraan Paket C dengan mengerjakan latihan soal tentang laporan hasil observasi, kalimat fakta, dan kalimat pendapat, Rabu (19/08/2026).
Muhammad Yoshfian Rahman, petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan yang juga menjadi tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket C sekaligus perpanjangan tangan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, mengajar warga binaan melalui pembelajaran yang interaktif. Ia tidak hanya mengajak warga binaan menyimak materi, tetapi juga mengerjakan latihan berdasarkan teks dan informasi yang tersedia.
Tutor mengawali pembelajaran dengan mengulas laporan hasil observasi, mulai dari pengertian, tujuan, hingga ciri-ciri teks yang menyajikan informasi berdasarkan hasil pengamatan. Warga binaan kemudian mengerjakan latihan untuk menemukan informasi penting dan memahami isi teks.
Materi selanjutnya membahas perbedaan kalimat fakta dan kalimat pendapat. Warga binaan mencermati sejumlah pernyataan, menentukan jenis kalimat, serta menjelaskan alasan atas jawaban yang dipilih berdasarkan pemahaman mereka terhadap informasi yang disajikan.
Pembelajaran berlangsung secara interaktif melalui pembahasan jawaban bersama. Warga binaan saling membandingkan hasil pekerjaan dan menyampaikan alasan, sementara tutor memberikan penguatan serta meluruskan pemahaman yang masih kurang tepat. Proses ini membantu peserta memahami materi melalui penerapan langsung.
Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket C Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Muhammad Yoshfian Rahman, mengatakan latihan soal menjadi bagian penting dalam membantu warga binaan menerapkan materi yang telah dipelajari.
“Kami ingin warga binaan tidak sekadar menghafal pengertian laporan hasil observasi, fakta, dan pendapat, tetapi mampu menerapkannya ketika membaca sebuah informasi. Saat mereka menentukan jawaban dan menjelaskan alasannya, mereka belajar memahami isi bacaan dengan lebih teliti serta menyampaikan pemikiran dengan cara yang tepat,” ujar Yoshfi.
Salah satu warga binaan yang mengikuti pembelajaran, DS, mengaku latihan soal membantunya memahami materi karena dapat langsung mempraktikkan penjelasan yang diberikan.
“Menurut saya, latihan seperti ini membuat materi lebih mudah dipahami. Kami bisa langsung mencoba menjawab soal dan mengetahui alasan mengapa suatu kalimat termasuk fakta atau pendapat,” ujar DS.
Melalui pembelajaran tersebut, warga binaan memperoleh pemahaman mengenai laporan hasil observasi serta perbedaan antara fakta dan pendapat. Materi ini menjadi bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia yang mengajak peserta memahami informasi berdasarkan isi dan dasar yang jelas.
Program Pendidikan Kesetaraan Paket C terus membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mengikuti proses pendidikan selama menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan belajar yang terarah, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Setiap materi dan latihan yang dikerjakan menjadi bagian dari proses belajar warga binaan untuk terus mengembangkan diri. Dari memahami laporan hasil observasi hingga mengenali perbedaan fakta dan pendapat, pembelajaran ini memberikan pengalaman yang dapat diterapkan dalam membaca dan memahami berbagai informasi sehari-hari. (nta).











