Ikhtiar dan Kepedulian Polisi, Terapi Alternatif di Semampir Kian Diminati

Surabaya – 25 Desember 2025 Kepedulian anggota kepolisian terhadap masyarakat kembali terlihat melalui layanan terapi alternatif non medis yang berlangsung di Mapolsek Semampir, Surabaya. Kegiatan yang dilakukan secara sukarela ini kian diminati warga, dengan jumlah pasien yang terus meningkat dari hari ke hari.

Layanan terapi tersebut diberikan oleh Aiptu Affan Hermansyah, anggota Polsek Semampir yang dikenal memiliki kemampuan terapi non medis. Setiap harinya, puluhan warga datang untuk mencoba pengobatan alternatif ini. Pada Rabu, 24 Desember 2025, tercatat sekitar 60 orang mengikuti terapi, tidak hanya berasal dari wilayah Semampir, tetapi juga dari berbagai kawasan lain di Surabaya.

Menariknya, pasien yang datang berasal dari beragam latar belakang. Selain masyarakat umum, sejumlah anggota aktif Polsek Tambaksari serta purnawirawan Polri juga turut memanfaatkan layanan terapi gratis tersebut. Beragam keluhan disampaikan para pasien, mulai dari stroke, diabetes, saraf kejepit, vertigo, pengapuran tulang, hingga gangguan yang diyakini bersifat non medis.

Banyak pasien mengaku telah menjalani pengobatan medis sebelumnya, namun belum mendapatkan hasil yang maksimal. Terapi alternatif di Polsek Semampir pun menjadi ikhtiar tambahan yang diharapkan dapat membantu meringankan keluhan yang dirasakan.

Aiptu Affan Hermansyah menegaskan bahwa kegiatan ini murni dilakukan sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian kepada sesama. Ia memastikan tidak pernah memungut biaya apa pun dari para pasien yang datang.

“Ini hanya ikhtiar untuk membantu sesama. Soal hasilnya, saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari pimpinan kepolisian. Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Anindita Harcahyaningdyah, S.I.K., hadir langsung untuk meninjau jalannya terapi sekaligus menyapa masyarakat yang tengah menjalani pengobatan.

Salah satu pasien, Slamet Widodo (53), seorang PNS di lingkungan TNI AL yang berdomisili di Wonosari Besar, mengaku merasakan manfaat setelah menjalani terapi. Ia datang dengan keluhan nyeri pinggul yang telah lama dideritanya.

“Saya sudah berobat ke beberapa tempat, tapi belum ada hasil. Setelah terapi di sini, rasanya lebih ringan dan nyerinya berkurang,” tuturnya.

Slamet mengetahui layanan tersebut dari tetangganya dan awalnya hanya ingin mencoba. Namun, ia mengaku tidak menyesal dan berharap kondisinya terus membaik.

Dengan meningkatnya antusiasme masyarakat, layanan terapi alternatif di Polsek Semampir menjadi wujud nyata pendekatan humanis kepolisian. Kehadiran polisi tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membantu dan meringankan beban masyarakat secara langsung.(Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *