Banjarmasin, Catatanpublik.com –
Warga Binaan Kristiani Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengikuti ibadah rutin secara daring melalui Zoom bersama Sungai Kehidupan Ministry Jakarta di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Senin (2/11). Ibadah kali ini mengangkat tema Kehilangan Identitas berdasarkan Kitab Kejadian 16:4 dan 17, dengan menghadirkan Ps. Finish Winarto sebagai pembawa khotbah.
Kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian firman Tuhan. Melalui renungan tersebut, peserta diajak memahami bahwa kondisi kehidupan saat ini, termasuk keterpurukan dan berbagai persoalan yang dihadapi, tidak menentukan seluruh masa depan seseorang.
Ps. Finish Winarto mengajak jemaat untuk tetap percaya pada janji dan rancangan Tuhan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik selama bersedia mengikuti tuntunan-Nya. Pesan tersebut menjadi pengingat agar Warga Binaan tidak kehilangan harapan hanya karena keadaan yang sedang dihadapi.
Petugas Subseksi Bimkemaswat, Erick Simanjuntak, yang turut mendampingi kegiatan, menyampaikan bahwa renungan tersebut memberikan penguatan bagi Warga Binaan Kristiani, khususnya ketika menghadapi kesepian, tekanan, dan berbagai persoalan kehidupan.
“Saat kita merasa kesepian, tertindas, atau menghadapi jalan buntu, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah menutup mata. Doa-doa yang kita ucapkan dalam air mata didengar oleh-Nya. Kita tidak pernah benar-benar sendirian,” ungkap Erick.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membangun kekuatan mental dan spiritual Warga Binaan. Melalui kegiatan ibadah, diharapkan mereka memperoleh penguatan untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh harapan.
“Kami mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi seluruh Warga Binaan sesuai keyakinan masing-masing. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka semakin kuat secara spiritual, memiliki harapan untuk masa depan, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam memperbaiki diri,” tutur Kalapas.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan Kristiani berinisial AGE mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari renungan yang disampaikan. Ia menyadari bahwa setiap persoalan harus dihadapi dengan keberanian, doa, dan kepercayaan kepada Tuhan.
“Saya belajar untuk tidak melarikan diri dari tanggung jawab atau masalah yang rumit. Saya berdoa dan menyerahkan segala persoalan kepada Tuhan, karena saya yakin tidak ada yang mustahil bagi Dia,” ungkap AGE.
Melalui ibadah rutin bersama Sungai Kehidupan Ministry Jakarta, Lapas Banjarmasin terus memberikan ruang bagi Warga Binaan Kristiani untuk memperkuat iman dan memperoleh penguatan rohani. Diharapkan, pesan yang disampaikan dalam setiap ibadah dapat menjadi sumber pengharapan sekaligus motivasi untuk menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. (Humas Lapas Banjarmasin)









