SURABAYA,— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Jawa Timur dikemas dengan cara yang menyentuh sisi kemanusiaan. Bukan sekadar seremoni, momentum seperempat abad Partai Demokrat diwujudkan melalui gerakan donor darah yang digelar serentak di 38 DPC dan satu DPD Partai Demokrat se-Jawa Timur.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Jalan Kertajaya Indah Nomor 82, Surabaya, Minggu (27/9/2026). Ratusan masyarakat dan kader turut ambil bagian dalam aksi sosial yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah melalui Palang Merah Indonesia (PMI).
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur, Rasiyo, yang hadir mewakili Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim dr. Agung Mulyono, mengatakan gerakan donor darah tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang dilaksanakan secara serentak.
“Ini kegiatan donor darah yang dilaksanakan bersama-sama di 38 DPC dan satu DPD. Darah yang terkumpul nantinya disumbangkan melalui PMI untuk kepentingan kemanusiaan,” ujar Rasiyo.
Jika masing-masing DPC mampu menghimpun sekitar 70 hingga 80 pendonor, jumlah peserta yang berpartisipasi di seluruh Jawa Timur diperkirakan mencapai sekitar 2.400 pendonor.
Angka tersebut bukan sekadar target partisipasi. Di balik setiap pendonor terdapat kepedulian dan harapan agar persediaan darah tetap tersedia ketika masyarakat membutuhkannya.
Rasiyo menilai kebutuhan darah dapat muncul kapan saja, baik untuk pasien yang menjalani perawatan maupun ketika terjadi keadaan darurat dan bencana.
“Setetes darah itu manfaatnya sangat besar. Ketika terjadi musibah atau kondisi darurat, kebutuhan darah pasti meningkat,” katanya.
Dari Momentum HUT Menjadi Gerakan Berkelanjutan
Semangat sosial yang dibangun melalui donor darah tersebut diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian HUT ke-25 selesai.
Demokrat Jawa Timur membuka kemungkinan menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin dengan menggandeng PMI. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berkala, misalnya setiap satu atau dua bulan, dengan melibatkan masyarakat di sekitar kantor DPD maupun DPC.
“Kalau memungkinkan, kita lakukan secara rutin setiap satu atau dua bulan bekerja sama dengan PMI. Kegiatannya terbuka untuk masyarakat dan tidak dipungut biaya,” jelas Rasiyo.
Konsep tersebut membuat kegiatan donor darah memiliki dimensi yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton dalam peringatan ulang tahun organisasi, tetapi dapat berpartisipasi langsung melalui aksi sosial yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Di tengah berbagai kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, ketersediaan darah menjadi salah satu bagian penting dalam pelayanan kemanusiaan. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam donor darah menjadi bentuk solidaritas yang sederhana, namun memiliki nilai besar.
Seperempat Abad, Menguatkan Kepedulian
Memasuki usia 25 tahun, rangkaian kegiatan Demokrat di Jawa Timur tidak hanya diarahkan untuk memperingati perjalanan organisasi, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Donor darah menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana momentum HUT dapat diterjemahkan menjadi kepedulian sosial.
Pesannya sederhana: perayaan tidak harus selalu tentang kemeriahan. Ada kalanya sebuah peringatan menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan melalui sesuatu yang dapat membantu kehidupan orang lain.
Dari ruang donor darah di Surabaya hingga berbagai titik kegiatan di 38 DPC se-Jawa Timur, semangat yang dibawa adalah semangat berbagi.
Sebab, bagi mereka yang membutuhkan transfusi, darah bukan sekadar hasil donor. Darah adalah bagian dari harapan.
Dan dari setetes darah yang diberikan dengan sukarela, lahir sebuah pesan kemanusiaan: ketika kepedulian bergerak bersama, manfaatnya dapat dirasakan jauh melampaui sebuah perayaan.(Red)












