Gus Har: Eri Cahyadi Walikota Produk Gagal, Hutang Rp452 Miliar Sengsarakan Arek Suroboyo — DPRD & KPK Harus Usut, Aksi Massa hingga Pemakzulan Siap Digelar

Surabaya — Gus Har, Pengurus Paguyuban Arek Suroboyo (PAS) sekaligus Pengurus Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG), melontarkan kritik keras terhadap Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, yang melakukan pinjaman sebesar Rp452 miliar di Bank Jatim.

Menurut Gus Har, langkah tersebut menunjukkan kegagalan kepemimpinan dan berpotensi membebani rakyat Surabaya.

“Eri Cahyadi ini produk gagal. Mengaku untuk rakyat, tapi kenyataannya bikin hutang besar yang akan menyengsarakan Arek-Arek Suroboyo,” tegas Gus Har.

Walikota berdalih hutang digunakan untuk membangun infrastruktur di lima titik guna mengatasi banjir. Namun, Gus Har menilai alasan tersebut tidak masuk akal.

“Kalau untuk infrastruktur, APBD Surabaya sudah sangat cukup. Tidak perlu hutang di Bank Jatim. Ini jelas ada kejanggalan besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, hutang jangan sampai disalahgunakan:

“Jangan sampai alih-alih cari hutang buat kepentingan masyarakat, tapi sebaliknya dipakai untuk kepentingan pesta birokrasi,” pungkasnya.

Gus Har juga menegaskan bahwa hutang ini tetap menjadi beban rakyat, dan potensi korupsi harus dicegah. Oleh sebab itu, ia mendesak DPRD Surabaya serta aparat penegak hukum, mulai dari Kejari, Polda Jatim, hingga KPK, untuk mengawasi dan mengusut tuntas pinjaman ini.

“Kalau DPRD dan aparat hukum diam, Paguyuban Arek Suroboyo bersama Aliansi Relawan Prabowo Gibran siap gelar aksi massa besar-besaran. Bahkan, jika perlu, pemakzulan Walikota harus diproses, karena pemimpin yang membebani rakyat dengan hutang dan menutup telinga dari kritik, sudah tidak layak memimpin Surabaya,” tegasnya.

Rilis ini sekaligus menjadi peringatan bahwa masyarakat Surabaya menuntut transparansi dan pertanggungjawaban penuh dari pemerintah kota atas setiap rupiah uang rakyat yang dipinjam. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *