
Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026) – Kericuhan antara pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang asongan dengan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo terjadi di kawasan Alun-Alun Sidoarjo pada Jumat malam, sekitar pukul 21.00–22.00 WIB.
Peristiwa tersebut dipicu saat aparat Satpol PP melakukan penertiban terhadap para pedagang. Dalam situasi yang memanas, sejumlah pedagang mengaku mengalami tindakan penertiban yang dinilai berlebihan, hingga menyebabkan kepanikan di lokasi.
Di tengah ketegangan tersebut, salah satu pedagang asongan menghubungi jajaran DPC GRIB Jaya Sidoarjo. Merespons laporan tersebut, anggota Satgas GRIB Jaya Sidoarjo, yang dikenal dengan panggilan Bang Budi Tato, segera turun ke lokasi untuk membantu meredam situasi.

Bang Budi Tato menegaskan bahwa kehadiran GRIB Jaya di lokasi adalah untuk menjadi penengah dan memberikan pendampingan kepada masyarakat kecil, khususnya para pedagang yang terdampak penertiban.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat kecil. Banyak pedagang yang menangis karena barang dagangannya diambil saat penertiban. Mereka hanya mencari nafkah untuk keluarga,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar proses penertiban dapat dilakukan secara humanis dan mengedepankan pendekatan persuasif, sehingga tidak menimbulkan trauma maupun kerugian berlebihan bagi para pedagang.
GRIB Jaya DPC Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendampingi para pedagang yang merasa dirugikan dalam insiden tersebut. Organisasi ini juga membuka ruang dialog antara pedagang dan pihak terkait agar tercipta solusi yang adil dan tidak merugikan kedua belah pihak.
“GRIB Jaya hadir bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan memastikan tidak ada pihak yang diperlakukan secara semena-mena,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina GRIB Jaya DPC Sidoarjo, H. Slamet Joko Anggoro, turut memberikan pernyataan tegas terkait keberpihakan kepada masyarakat kecil.
“Kalau takut jangan ikut, kalau ikut jangan takut,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Alun-Alun Sidoarjo telah berangsur kondusif, meski sejumlah pedagang masih berharap adanya keadilan dan perlindungan dalam menjalankan usaha mereka. (Red)








