GERINDRA DIKEPUNG! AKSI RELAWAN PRABOWO MENGGEGERKAN SURABAYA, ULTIMATUM KERAS DILAYANGKAN

 

Surabaya, 06 April 2026 —

Suasana panas menyelimuti kawasan Gayungan, Surabaya, saat ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Relawan Prabowo menggelar aksi demonstrasi besar di depan Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Timur.

 

Aksi ini sontak menarik perhatian publik. Massa datang dengan satu suara: mendesak Partai Gerindra segera mengambil sikap tegas terhadap kadernya yang dinilai telah memicu polemik dan merusak kepercayaan masyarakat.

 

Teriakan lantang, spanduk tuntutan, hingga orasi penuh emosi menggema di sepanjang Jalan Gayungsari Barat. Massa bahkan menyebut aksi ini sebagai “peringatan keras” bagi elit politik agar tidak bermain-main dengan kepercayaan rakyat.

 

Sorotan tajam juga diarahkan kepada Prabowo Subianto. Sebagai Presiden RI sekaligus Ketua Umum partai, relawan menilai inilah momentum pembuktian: apakah kepemimpinan akan berpihak pada rakyat atau membiarkan polemik terus membesar.

 

Koordinator lapangan, Diana Samar, tampil tegas di tengah massa. Dengan suara lantang, ia menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbol, melainkan tekanan nyata.

 

“Ini ultimatum! Kami datang langsung ke kantor Gerindra. Jangan anggap remeh suara rakyat. Kalau tidak ada tindakan, kami pastikan gelombang ini akan lebih besar!” tegasnya disambut sorak massa.

 

Dua Tuntutan Tak Bisa Ditawar

 

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan yang tidak bisa ditawar:

 

Rahmat Muhajirin wajib meminta maaf secara terbuka kepada publik.

 

Partai Gerindra harus segera menonaktifkan yang bersangkutan dari seluruh jabatan.

 

Bagi massa, ini bukan lagi soal individu, tetapi soal kredibilitas partai dan kepercayaan publik terhadap sistem politik.

 

Aparat keamanan tampak berjaga ketat di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski aksi berjalan tertib, tensi di lapangan terasa tinggi.

 

Relawan menegaskan, aksi ini hanyalah awal. Jika tidak ada respons, mereka siap kembali dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

 

“Hari ini ratusan, besok bisa ribuan! Kami tidak akan mundur!” teriak massa.

 

Penutup: Publik Menunggu, Tekanan Tak Akan Reda

 

Aksi di depan Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Timur menjadi sinyal kuat bahwa publik kini tidak lagi diam.

 

Semua mata tertuju pada langkah Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto.

 

Apakah akan ada keputusan tegas, atau justru polemik ini berubah menjadi gelombang besar yang sulit dibendung—waktu yang akan menjawab.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *