Sidoarjo – 28 November 2025 Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam membangun budaya integritas terus diperkuat. Tahun 2025, empat desa di Kabupaten Sidoarjo berhasil masuk nominasi Desa Antikorupsi tingkat Provinsi Jawa Timur. Keempat desa tersebut yakni Desa Kwangsan Kecamatan Sedati, Desa Wadungasri Kecamatan Waru, Desa Simoketawang Kecamatan Wonoayu, dan Desa Trompoasri Kecamatan Jabon.
Masuknya empat desa tersebut dalam nominasi menjadi bukti bahwa upaya pencegahan korupsi di tingkat akar rumput berjalan semakin efektif. Program Desa Antikorupsi sendiri merupakan bagian dari gerakan nasional pencegahan korupsi yang difasilitasi KPK dan pemerintah daerah untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa.
Inspektur Kabupaten Sidoarjo, Andjar Surjadianto, menyampaikan bahwa keberhasilan empat desa tersebut tidak lepas dari proses panjang pembangunan budaya integritas. Sejak awal tahun, Inspektorat Sidoarjo melakukan pendampingan, evaluasi, hingga simulasi penilaian untuk memastikan standar antikorupsi diterapkan secara nyata.
“Empat desa ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. Mereka punya inovasi pelayanan publik, sistem pengelolaan keuangan yang transparan, dan partisipasi masyarakat yang aktif. Ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Sidoarjo,” ujar Andjar.
Selain pendampingan kepada pemerintah desa, Pemkab Sidoarjo juga memperkuat gerakan pencegahan korupsi sejak dini melalui edukasi bagi pelajar. Hingga 2025, sebanyak 27 SMP negeri dan swasta telah mendapatkan program roadshow edukasi bahaya korupsi. Program ini bertujuan menanamkan nilai integritas kepada generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan.
“Upaya pencegahan tidak bisa hanya fokus pada birokrasi. Anak-anak dan remaja harus diberi pemahaman sejak dini tentang bahaya korupsi. Karena perubahan budaya harus dimulai dari pendidikan,” jelas Andjar.
Selain itu, Sidoarjo juga memiliki tiga penyuluh antikorupsi bersertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK yang aktif memberikan pembinaan di berbagai level masyarakat. Keberadaan Patriot Integritas Muda, yang beranggotakan 14 pemuda Sidoarjo dari 40 finalis Jawa Timur, turut memperkuat gerakan ini khususnya di ruang digital dan media sosial.
Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengapresiasi capaian empat desa tersebut dan menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo berkomitmen penuh mewujudkan pemerintahan yang bersih.
“Ini adalah langkah penting dalam membangun budaya antikorupsi dari desa. Ketika tata kelola di level desa bersih, maka pondasi pemerintahan daerah akan semakin kuat,” tegas Fenny.
Diharapkan, keberhasilan empat desa ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Sidoarjo untuk terus memperbaiki tata kelola dan memperkuat budaya antikorupsi. Pemkab Sidoarjo berharap semakin banyak desa yang mampu menjadi role model dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, bersih, dan berintegritas.(Yud)











