Eko Gagak Soroti Program Makan Bergizi Gratis, Anggaran dan Dugaan Korupsi Harus Dievaluasi

cacatanpublik.com. – Pengamat kebijakan publik Eko Gagak menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu mendapat evaluasi menyeluruh, terutama terkait pengelolaan anggaran dan munculnya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Eko Gagak menegaskan pemerintah harus menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama dalam menjalankan program yang menggunakan anggaran negara tersebut. Menurutnya, evaluasi secara berkala sangat penting untuk memastikan setiap dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pelajar sebagai penerima program.

“Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun, pemerintah juga harus memastikan pengelolaan anggarannya berjalan secara terbuka, efisien, dan bebas dari penyimpangan,” ujar Eko Gagak.

Ia menyatakan setiap dugaan korupsi atau penyalahgunaan anggaran yang muncul harus ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku. Aparat penegak hukum, menurutnya, perlu mengusut setiap indikasi pelanggaran secara profesional berdasarkan alat bukti yang cukup sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Eko Gagak juga mendorong pemerintah memperkuat sistem pengawasan, mulai dari proses pengadaan bahan pangan, distribusi, hingga pelaporan penggunaan anggaran. Langkah tersebut dinilai dapat memperkecil potensi kebocoran anggaran sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program nasional tersebut.

Selain memperkuat pengawasan internal, ia mengusulkan agar pemerintah membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Keterlibatan publik dinilai mampu menciptakan kontrol sosial yang efektif sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Menurut Eko Gagak, evaluasi tidak boleh hanya berfokus pada besarnya anggaran yang telah terserap, tetapi juga harus mengukur kualitas pelayanan, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta dampak program terhadap peningkatan status gizi anak-anak Indonesia.

Ia berharap pemerintah terus melakukan perbaikan tata kelola agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Dengan pengawasan yang kuat serta penegakan hukum terhadap setiap dugaan pelanggaran, program tersebut diyakini mampu mencapai tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara.(Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *