Dua Ratus Delapan Puluh Warga Binaan Ikuti VCT, Lapas Narkotika Karang Intan Gandeng Puskesmas Karang Intan 1 untuk Deteksi Dini HIV, IMS, dan Hepatitis C

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memfasilitasi 280 warga binaan untuk menjalani deteksi dini penyakit menular melalui layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT) Mobile. Bersama Puskesmas Karang Intan 1, Lapas menggelar layanan pemeriksaan HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), khususnya sifilis, dan Hepatitis C pada Selasa (3/11/2026) di Selasar Masjid Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Lapas memenuhi hak kesehatan warga binaan selama menjalani masa pidana. Dengan menghadirkan layanan langsung di lingkungan pemasyarakatan, Lapas memudahkan warga binaan mengakses pemeriksaan dan konseling sekaligus meningkatkan kesempatan mereka mengenali risiko penyakit menular sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan Puskesmas Karang Intan 1 mengawali layanan dengan memberikan penjelasan mengenai tujuan dan prosedur pemeriksaan. Setelah peserta memahami informasi tersebut dan menyatakan persetujuan melalui informed consent, petugas melanjutkan dengan konseling serta pengambilan sampel darah untuk mendeteksi HIV/AIDS, sifilis, dan Hepatitis C.

Dokter Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, dr. Hana Rizka Ananda, menyampaikan bahwa pemeriksaan VCT Mobile menjadi salah satu upaya Lapas dalam memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan warga binaan. Menurutnya, pemeriksaan tersebut membantu mengenali risiko penyakit menular sekaligus mendorong warga binaan lebih peduli terhadap kesehatan diri.

“Pemeriksaan HIV, sifilis, dan Hepatitis C ini penting untuk membantu mengenali risiko penyakit sejak dini. Dengan mengikuti pemeriksaan, warga binaan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya dan mengetahui langkah yang perlu dilakukan apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kami berharap kegiatan ini juga mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri,” jelas dr. Nanda.

Pengelola Program HIV/AIDS Puskesmas Karang Intan 1, Ria Rosiana, menjelaskan bahwa layanan VCT Mobile membantu warga binaan memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara langsung di lingkungan Lapas. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga binaan untuk mengenali kondisi kesehatan dan melakukan pemeriksaan sejak dini.

“Melalui pemeriksaan ini, kami ingin membantu warga binaan mengenali kondisi kesehatannya sejak dini. Deteksi dini sangat penting agar setiap peserta yang membutuhkan penanganan dapat segera memperoleh tindak lanjut dari tenaga kesehatan. Kami juga berharap kegiatan ini meningkatkan kepedulian warga binaan terhadap kesehatan diri dan pencegahan penyakit menular,” ungkap Ria.

Sebanyak 280 warga binaan mengikuti pemeriksaan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan bersama Puskesmas Karang Intan 1 mengawal pelaksanaan layanan agar berjalan tertib sesuai prosedur. Kedua pihak juga menjaga kerahasiaan hasil tes setiap peserta dan memastikan kebutuhan tindak lanjut medis mendapat penanganan sesuai ketentuan.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan dukungan terhadap kesehatan warga binaan sebagai bagian dari pelaksanaan pembinaan. Melalui pemeriksaan VCT Mobile, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengenali risiko penyakit menular sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri. Langkah ini diharapkan mendorong mereka menerapkan kebiasaan hidup sehat, baik selama menjalani masa pidana maupun ketika kembali beraktivitas di tengah masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *