Surabaya, 17 November 2025 — Jawa Timur kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional tahun 2025. Bertindak sebagai tuan rumah, provinsi ini sukses menyapu bersih raihan medali di seluruh jenjang dan kategori yang dilombakan, hingga akhirnya memastikan diri sebagai Juara Umum OPSI Nasional 2025.
Pada kompetisi bergengsi yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen tersebut, kontingen Jatim berhasil mengoleksi 21 medali, yang terdiri dari 6 emas, 9 perak, 5 perunggu, serta 1 penghargaan khusus budaya lokal. Perolehan ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan tradisi riset pelajar yang kuat dan berkelanjutan.
Saingan Ketat, Jatim Tetap Unggul Jauh
Di bawah Jawa Timur, posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan torehan 4 medali emas dan 6 medali perunggu. Disusul DIY Yogyakarta di posisi ketiga dengan 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Sementara DKI Jakarta berada di peringkat keempat.
Meski kompetisi berlangsung ketat, pelajar Jatim tampil konsisten dan mendominasi tiga bidang keilmuan: Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, Ilmu Sosial, Kemanusiaan dan Budaya, serta Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa.
Kadindik: Kualitas Riset Siswa Jatim Patut Diperhitungkan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh 37 peserta kontingen yang telah berlaga dengan penuh dedikasi. Menurutnya, capaian tahun ini merupakan bukti bahwa kualitas riset pelajar Jatim terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras para siswa, guru, pendamping, sekolah, hingga orang tua. OPSI merupakan ajang dengan tensi tinggi dan persaingan sangat ketat. Maka, kemenangan ini membuktikan kompetensi riset siswa Jawa Timur patut diperhitungkan,” ungkapnya usai pengumuman pemenang, Minggu (16/11).
Aries menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan gelar juara umum selama dua tahun berturut-turut bukan perkara mudah, mengingat kompetitor dari provinsi lain terus meningkatkan kualitas pembinaan mereka.
“Alhamdulillah persiapan kontingen kita lebih matang dibandingkan tahun lalu. Ini semakin memperkuat kepercayaan diri bahwa riset pelajar Jatim memiliki masa depan cerah,” tambahnya.
KIR Jadi Fondasi Kokoh Penguatan Tradisi Riset
Lebih lanjut Aries menjelaskan bahwa kejayaan Jatim di ajang OPSI tidak terlepas dari pertumbuhan masif kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang berkembang kuat di sekolah-sekolah. Melalui KIR, siswa terbiasa melakukan observasi, analisis, dan inovasi yang kemudian melahirkan penelitian berkualitas tiap tahunnya.
“Kami bangga karena sekolah terus mendorong siswanya untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan peduli terhadap masalah sosial. Itulah inti dari penelitian,” tegasnya.
Prestasi Siswa Jatim di Setiap Kategori
Beberapa sekolah yang menyumbangkan medali emas antara lain:
SMPN 1 Sedati – Kategori IPA dan Lingkungan
MTsN 1 Kota Malang – Kategori IPS, Kemanusiaan dan Budaya
SMP Al Falah Darussalam – Kategori Teknik dan Rekayasa
SMPN 1 Surabaya, SMKN 1 Tapen, dan MAN 2 Kota Malang – Kategori Teknik dan Rekayasa
Raihan medali perak dan perunggu juga menghiasi banyak sekolah unggulan lain, seperti SMP Brawijaya Smart School, SMPN 1 Tempeh, MAN 1 Jombang, SMAN 1 Glagah, MTsN 1 Tulungagung, dan MTsN 1 Blitar.
Selain itu, MTsN 1 Blitar berhasil meraih Penghargaan Khusus Budaya Lokal atas penelitian yang dinilai berhasil mengangkat nilai-nilai kearifan budaya Jawa Timur.
Jatim Mantapkan Diri sebagai Barometer Riset Pelajar
Dengan total perolehan 21 medali, Jawa Timur kembali membuktikan diri sebagai barometer penelitian pelajar Indonesia. Aries berharap, capaian ini dapat menjadi pemacu semangat seluruh siswa di Jatim untuk terus mengembangkan potensi diri melalui riset dan inovasi.
“Jika siswa terus mempertahankan rasa ingin tahu dan keberanian untuk bertanya, saya yakin Jawa Timur akan terus melahirkan inovator muda yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan keberhasilan ini, Jawa Timur untuk kedua kalinya berturut-turut mengukuhkan diri sebagai provinsi terbaik dalam ajang OPSI tingkat nasional—sebuah capaian yang sekaligus menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Indonesia.(Yud)











